Ekspor Batu Bara Sumatera Selatan Turun, Harga Pasar Global
Gambar atau konten salah?
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan melaporkan bahwa ekspor batu bara turun dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini muncul karena perubahan harga dan permintaan di pasar global.
“Ekspor batu bara kita relatif mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya,” ujar Moh Wahyu Yulianto, kepala BPS Provinsi Sumsel, pada Senin (6/4/2026). Ia menambahkan bahwa secara umum ekspor sangat bergantung pada kondisi harga dan permintaan di pasar dunia.
“Ekspor ini kan dipengaruhi oleh harga dan permintaan dunia, jika harga bagus permintaan bagus ekspor akan tinggi,” katanya. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga di bursa internasional langsung memengaruhi jumlah batu bara yang diekspor.
Untuk menjaga stabilitas sektor energi, pemerintah berupaya diversifikasi. Pemerintah ini masih mencoba untuk mendiversifikasi, permintaan luar negeri itu walaupun tidak turun, akan tetapi harapannya bisa untuk pasokan‑pasokan domestik,” ungkapnya. Langkah ini bertujuan agar pasokan batu bara tetap tersedia bagi kebutuhan dalam negeri.
Para pelaku industri juga menyesuaikan strategi. Makanya kenapa PT. PA melakukan strategi tetap memproduksi, akan tetapi bukan untuk ekspor tapi untuk permintaan domestik,” pungkasnya. Perusahaan menjaga produksi sambil mengarahkan distribusi ke pasar lokal.
Dengan penurunan ekspor, BPS dan pemerintah menekankan pentingnya menyesuaikan kebijakan harga dan diversifikasi pasokan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menstabilkan sektor energi di Sumatera Selatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gibran Kunjungi Palembang, Tinjau RS hingga Jembatan Musi V
Gibran Temui Petani Singkong di Lampung Timur
Tapir Dilindungi Ditemukan Tewas Terpotong di Lampung
Kapolda Babel Perintahkan Razia BBM Subsidi
Kapolda Sumsel Buka Kejuaraan Menembak, Tekankan Soliditas Personel
Gibran Janji Jembatan Way Bunut Selesai Akhir Juli
