Empat Jemaah Haji Palembang Dirawat di Rumah Sakit Saudi
Gambar atau konten salah?
Empat jemaah haji Embarkasi Palembang masih berada di unit perawatan intensif beberapa rumah sakit di Arab Saudi. Tiga di antaranya berasal dari Sumatera Selatan, satu dari Bangka Belitung. Mereka kini dimonitor secara ketat oleh tim medis setempat.
Humas Embarkasi Palembang, Alkawarizmi, mengonfirmasi situasi ini pada Senin, 11 Mei 2026. Ia berkata, “Iya betul (dirawat), satu jemaah asal Bangka Belitung dan tiga jemaah asal Sumatera Selatan.”
Di Makkah, dua jemaah masih dirawat di King Abdulaziz Hospital. Atik binti Ponaji, 47 tahun, dan Rakiman Tono Karso, 90 tahun, saat ini dalam perawatan intensif. Sementara itu, Gusdiawan bin Abdul Aziz, 59 tahun, dirawat di Dr. Haid Suliman Al Ahmadi Hospital.
Jemaah yang berasal dari Bangka Belitung, Muhamad Faisal Ibrahim bin Ibrahim, 77 tahun, masih di King Fahd Hospital Madinah. Semua pasien ini terus dipantau oleh Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) yang bertugas di masing‑masing wilayah kerja.
Alkawarizmi menambahkan, “Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan petugas di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kesehatan para jemaah tersebut. Informasi mengenai diagnosa medis dan progres penyembuhan selalu kami perbarui setiap waktu.”
Embarkasi Palembang mengimbau keluarga jemaah di tanah air agar tetap tenang dan terus memanjatkan doa. Ia menegaskan, “Segala fasilitas pengobatan bagi jemaah haji yang sakit sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan dipastikan mendapatkan pelayanan terbaik.”
Semoga para jemaah segera pulih dan dapat kembali beribadah serta menjalankan rangkaian wajib maupun sunah haji lainnya seperti biasa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
