ESDM Siapkan CNG 3 Kg untuk Gantikan LPG Bersubsidi

Ningsih R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 20 dibaca
Bisik.id
ESDM Siapkan CNG 3 Kg untuk Gantikan LPG Bersubsidi

Gambar atau konten salah?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan CNG 3 kilogram sebagai opsi pengganti LPG 3 kilogram. Uji coba untuk CNG 3 kg ini dilakukan di Lemigas.

Sekretaris Jenderal ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengatakan pengembangan CNG 3 kg menjadi salah satu cara mengatasi berkurangnya pasokan LPG 3 kg tahun depan. Volume LPG 3 kg pada 2027 diperkirakan hanya 8.000 ribu metrik ton (MT). Angka ini lebih rendah dari usulan pemerintah dalam Rancangan APBN 2027 yang sebesar 8.945 ribu MT.

Menurut Erani, pengurangan LPG 3 kg ini dilakukan untuk menekan ketergantungan pada impor. "Kan nanti tahun depan sudah mulai ada ini juga CNG dan seterusnya," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Selain CNG 3 kg, Erani menjelaskan tahun depan Kementerian ESDM berencana memulai program kompor listrik. Mereka juga akan mengembangkan jaringan gas di berbagai wilayah Indonesia.

"Ya seperti yang kita ketahui, untuk gas misalnya ada pembangunan jargas, ada pembangunan transmisi pipa, ada rencana untuk kompor gas, macam-macam lah jalannya yang dipakai itu," katanya.

Erani menambahkan, jika kebutuhan di lapangan ternyata berbeda dari asumsi yang sudah ditetapkan, pemerintah akan membahasnya lebih lanjut. "Kalau pengaturan secara keseluruhan itu kan sudah berjalan sepanjang beberapa tahun terakhir ini kan nggak ada perubahan apa-apa. Jadi nanti hal-hal yang di luar asumsi itu pasti akan dibahas lebih lanjut," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran Dasar DPR, Said Abdullah, menyampaikan hasil panja terkait anggaran subsidi energi dalam pembahasan RAPBN 2027. Disepakati anggaran subsidi energi sebesar Rp 261,50 triliun. Angka ini turun Rp 11,44 triliun dari usulan pemerintah yang sebesar Rp 272,94 triliun.

"Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar lebih rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027 sebesar Rp 272.945,3 miliar," ujar Said dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Hukum dan Gubernur BI, Kamis, 24 September 2026.

Berdasarkan paparan Said, subsidi BBM dan LPG Tabung 3 Kg tahun 2027 disepakati sebesar Rp 131.393,3 miliar atau Rp 131,39 triliun. Angka ini lebih rendah Rp 11.443,2 miliar atau Rp 11,4 triliun dari usulan RAPBN TA 2027 sebesar Rp 142.836,5 miliar.

Angka tersebut terdiri dari subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) sebesar Rp 28,34 triliun dan subsidi LPG Tabung 3 Kg sebesar Rp 103,05 triliun.

Penurunan subsidi untuk BBM dan LPG ini utamanya dipengaruhi penurunan volume LPG Tabung 3 kg dan JBT Solar. Volume solar sebesar 19.561 ribu KL dan LPG 8.000 ribu MT.

Sementara untuk subsidi listrik tahun berjalan sebesar Rp 117,84 triliun. Angka ini sama dengan nominal dalam RAPBN 2027. Terkait subsidi listrik kurang bayar tahun 2025, anggarannya tetap sebesar Rp 12,26 triliun.

Pemerintah berupaya mengurangi beban subsidi energi dengan mendorong penggunaan alternatif seperti CNG 3 kg dan kompor listrik. Langkah ini diambil seiring dengan rencana penurunan volume LPG 3 kg dan solar bersubsidi pada tahun depan. Keputusan akhir mengenai kebijakan ini masih akan dibahas lebih lanjut jika ada kondisi di luar asumsi yang telah ditetapkan.

CNG 3 kgLPG 3 kgsubsidi energipengganti LPGkompor listrikLemigasjaringan gas

Komentar

Memuat komentar...