SAKA Energi Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi SM-1 di Kaltim

Tika M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
SAKA Energi Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi SM-1 di Kaltim

Gambar atau konten salah?

PT Saka Energi Indonesia memulai pengeboran sumur eksplorasi yang diberi nama Saka Manpatu-1, atau biasa disingkat SM-1. Sumur ini berada di Wilayah Kerja Pekawai, Kalimantan Timur. Pengeboran resmi dimulai pada 22 September 2026.

Intan Fauzi, Direktur Utama PGN SAKA Energi Indonesia, menjelaskan bahwa proses pengeboran dimulai setelah serangkaian pemeriksaan akhir. Perusahaan melalui anak usahanya, PT SAKA Energi Sepinggan, langsung mengeksekusi pengeboran di Wilayah Kerja Eksplorasi Pekawai. Ia menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulis pada Jumat, 25 September 2026.

Perkiraan awal menunjukkan struktur SM-1 menyimpan potensi hidrokarbon yang cukup besar. Volume hidrokarbon in-place dengan tingkat kepercayaan P50 mencapai 109 BCF gas. Selain itu, ada juga potensi minyak dan kondensat sebesar 22 MMBOE.

Fuji Koesumadewi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, menambahkan bahwa pengeboran SM-1 bukan sekadar rutinitas. Ini adalah langkah strategis untuk menguji potensi hidrokarbon di wilayah tersebut. Menurutnya, keberhasilan pengeboran ini bisa membuka peluang ditemukannya sumber daya migas baru di area operasi SAKA.

"WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika," ujar Fuji.

Teknologi bernama Casing While Drilling (CWD) diterapkan dalam pengeboran SM-1. Teknologi ini sebelumnya sudah sukses digunakan saat mengebor sumur SID-5 di WK Pangkah. Dengan CWD, proses pengeboran dan pemasangan casing berjalan bersamaan dalam satu kali proses. Hal ini meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi. Aspek keselamatan juga lebih terjaga, terutama saat menghadapi kondisi bawah permukaan yang rumit.

Persiapan teknis dan operasional dilakukan secara matang. Mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan personel. Aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) juga menjadi perhatian utama.

Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD. Rencananya, akan dilakukan well-testing pada dua zona target. Pengeboran ini diharapkan memberikan informasi lebih lanjut tentang keberadaan dan karakteristik hidrokarbon di WK Pekawai. Hasilnya juga akan mengonfirmasi potensi sumber daya migas di wilayah tersebut.

Potensi WK Pekawai didukung oleh karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu. Lapangan ini dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan sudah memiliki Plan of Development (POD). Sekitar 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu ternyata berada di dalam wilayah WK Pekawai. Kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang sudah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek eksplorasi di WK Pekawai.

"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," ujar Intan Fauzi.

Pengeboran ini merupakan bagian dari upaya SAKA untuk terus mengembangkan potensi migas di Indonesia. Keberhasilan eksplorasi di WK Pekawai bisa menjadi tambahan pasokan energi nasional. Semua data yang diperoleh dari pengeboran SM-1 akan dianalisis untuk menentukan langkah selanjutnya.

pengeboran eksplorasiSaka Manpatu-1potensi hidrokarbonKalimantan Timurteknologi CWDkeselamatan operasional

Komentar

Memuat komentar...