PLN EPI Garap Bisnis Bioenergi dari 60 Juta Ton Biomassa Terabaikan

Mira T. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
PLN EPI Garap Bisnis Bioenergi dari 60 Juta Ton Biomassa Terabaikan

Gambar atau konten salah?

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tengah menjajaki peluang bisnis baru di bidang bioenergi. Langkah ini diambil untuk mendukung transisi energi di Indonesia. Faktanya, ada sekitar 60,6 juta ton biomassa di dalam negeri yang belum dimanfaatkan sama sekali.

Menurut Anita Puspita Sari, VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, potensi besar itu berasal dari berbagai macam limbah. Mulai dari sisa-sisa pertanian, perkebunan, kehutanan, limbah industri, hingga sampah dari perkotaan. Semua itu nantinya bisa diolah menjadi beragam produk energi. Contohnya biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol.

"PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan," kata Anita dalam pernyataan tertulis pada Jumat, 25 September 2026.

Anita menjelaskan, pengembangan bioenergi tidak cuma soal memakai biomassa sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Lebih dari itu, berbagai jenis bahan baku bisa diolah menjadi produk energi dan produk bernilai tambah. Caranya lewat proses dan teknologi yang berbeda-beda.

Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah sampai tinggi bisa dipakai untuk program co-firing di PLTU. Juga untuk memenuhi kebutuhan industri, bahkan untuk pasar ekspor. Pada tahap pengolahan yang lebih lanjut, biochar bisa dihasilkan lewat proses torrefaction dan pirolisis. Sementara itu, syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa. Syngas ini berpotensi mendukung program dedieselisasi di pembangkit yang selama ini pakai bahan bakar minyak.

PLN EPI juga melihat peluang untuk mengembangkan biohidrogen. Biohidrogen ini bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk. Selain itu, ada peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor. Sedangkan CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk co-firing dengan gas alam di pembangkit listrik gas.

"Pengembangan biofuel dan bioethanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain," katanya.

Di sektor kelistrikan, pemanfaatan biomassa lewat co-firing sudah mulai dikembangkan PLN. Program ini diarahkan ke 52 PLTU dengan total kapasitas 18,9 gigawatt (GW). Dengan co-firing, biomassa bisa dipakai tanpa harus membangun infrastruktur pembangkit baru. Infrastruktur yang sudah ada bisa langsung dimanfaatkan.

"Ke depan, ekosistem bioenergi PLN EPI tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN, tetapi juga berpotensi melayani industri domestik, independent power producer (IPP), hingga pasar ekspor. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI membangun portofolio bisnis rendah karbon di tengah transformasi sektor energi," terangnya.

Singkatnya, potensi biomassa yang selama ini terabaikan mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif. PLN EPI tidak hanya fokus pada pembangkit listrik, tetapi juga membuka peluang untuk industri dan pasar luar negeri. Ini adalah bagian dari pergeseran menuju bisnis yang lebih ramah lingkungan.

bioenergibiomassaPLN EPItransisi energico-firinglimbahenergi berkelanjutan

Komentar

Memuat komentar...