Final Lomba Desain Busana & Perhiasan Perak Gianyar Berpuncak

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Final Lomba Desain Busana & Perhiasan Perak Gianyar Berpuncak

Gambar atau konten salah?

Babak final lomba desain busana dan desain perhiasan perak, yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gianyar, berlangsung pada hari Minggu, 12 April 2026. Acara meriah diadakan di Open Stage Balai Budaya Gianyar, menampakkan 13 desainer busana dan 10 desainer perhiasan perak.

Menurut Ketua Dekranasda Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani, “Grand final lomba fashion design adalah bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-255 Kota Gianyar.” Ia menegaskan, pada Senin, 13 April 2026, bahwa semua finalis menampilkan karya terbaik mereka. Setiap model berakting di atas panggung, sementara juri menilai busana dan perhiasan perak.

Juri terdiri dari para ahli busana, seperti Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, Sri Utami, dan Komang Tri Darmaja. Mereka menilai desain berdasarkan kreativitas, inovasi, dan kualitas eksekusi. Adnyani menambahkan, “Seluruh peserta lomba, tidak hanya dari Gianyar, ini membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi para desainer sangat berkembang dan memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.”

Juara pertama kategori desain busana meraih Ni Wayan Essya Putri Rahayu dari Banjar Cemenggaon Sukawati. Ia menampilkan koleksi berjudul Bhuana Puspa Hrdaya, yang terinspirasi dari kegiatan mepeed di Kecamatan Sukawati. Juara kedua, Putu Iga Widania dari Banjar Perangsada Blahbatuh, dan juara ketiga, Desak Made Diah Sekar Rini dari Lingkungan Kelod Kauh Gianyar, juga menorehkan prestasi. Untuk juara harapan, I Made Wiyana (Banjar Dentiyis Sukawati) menjadi juara harapan pertama, Luh Arya Bunga Praba Wati (Banjar Dinas Lebah Siung, Buleleng) juara harapan kedua, dan Kadek Dwi Melinda Putri (Banjar Dinas Asah, Buleleng) juara harapan ketiga.

Di kategori desain perhiasan perak, juara pertama diperoleh oleh I Made Rudi Artha dari Banjar Apuan Kelod, Bangli. Juara kedua, I Wayan Adi Samara Putra dari Banjar Celuk, Sukawati, dan juara ketiga, I Komang Ari Budiarta dari Banjar Celuk. Untuk juara harapan, Putu Ayu Nadya Pradnyagita (Jalan WR Supratman, Denpasar) menjadi juara harapan pertama, I Wayan Balik Musjana (Banjar Cemenggaon, Sukawati) juara harapan kedua, dan I Nyoman Rupadana (Banjar Celuk, Sukawati) juara harapan ketiga.

Acara tidak hanya menampilkan fashion show, tetapi juga penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada setiap peserta dan juara. Selain itu, terdapat fashion show khusus dari peserta busana PAUD, menambah kehangatan suasana.

Putri Rahayu, juara pertama, mengungkapkan rasa syukurnya: “Saya sangat senang mengikuti lomba ini dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar sebagai desainer muda diberikan wadah berekspresi dan berkarya.”

Dengan menampilkan karya terbaik dari desainer lokal, lomba ini menegaskan bahwa kreativitas di Gianyar terus berkembang. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi para desainer untuk bersaing di arena yang lebih luas, memperkuat posisi industri kreatif di wilayah tersebut.

Dekranasda GianyarPekan Budaya GianyarDesain busanaDesain perhiasan perakHak Kekayaan IntelektualNi Wayan Essya Putri RahayuBhuana Puspa Hrdaya

Komentar

Memuat komentar...