Gubernur Sumsel Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi
Gambar atau konten salah?
Herman Deru, gubernur Sumatera Selatan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas. Pada 21 Mei 2026, ia membuka Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026 dan mengajak semua pihak memperkuat ekonomi lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ia menuturkan, “Pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, mendorong peningkatan status pelaku UMKM ini agar naik kelas dengan cara keterampilan yang bertambah, akses keuangan permodalan yang mudah, dan akses pemasaran yang terbuka luas,” menegaskan bahwa tiga pilar utama harus terintegrasi.
Deru menekankan pentingnya inovasi produk sebagai inti keterampilan. Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya memikirkan produk fisik, melainkan juga inovasi dalam jasa dan perdagangan kreatif. Ide ini menantang para wirausaha untuk terus berekspresi di luar batas tradisional.
Ia menyampaikan contoh konkret, “Bagaimana meningkatkan keterampilan itu, kalau bikin cendol misalnya inovasinya apa lagi sekarang, seperti boba atau pempek sosis beberapa tahun lalu. Keterampilan ini jangan diartikan harfiah, tapi juga keterampilan dalam me‑marketing‑kan,” menekankan bahwa pemasaran harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan usaha.
Di bidang pembiayaan, pemerintah berjanji membuka akses pemodalan luas lewat KUR tanpa bunga untuk batasan tertentu. Namun, Deru menegaskan perlunya literasi perbankan di kalangan pelaku UMKM.
Ia menambahkan, “Ini perlu diberi masukan, bukan sekadar pemberian bantuan. Ini tanggung jawab komunitas karena sudah dipinjamkan tanpa bunga. Butuh literasi perbankan agar mereka memiliki kemampuan bisa mengelola keuangan,” mengingatkan bahwa bantuan harus disertai edukasi.
Untuk akses pasar, Deru meminta komunitas wirausaha mengambil peran aktif. Sinergi antar kelompok dianggap krusial agar produk UMKM dapat dikenal luas dan mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar.
Ia menyoroti besarnya ceruk pasar di Sumatera Selatan, mengutip data Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan sekitar 800.000 pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah tersebut.
“Bayangkan ada 800.000 jumlah pelaku usaha kecil menengah di data BI. Ini tentu butuh sekali perhatian dari komunitas‑komunitas yang ada untuk selalu menjaga komitmen para pelaku usaha itu sendiri,” ujar Deru, menegaskan perlunya dukungan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah Sumatera Selatan berharap UMKM dapat meningkatkan keterampilan, mengakses pembiayaan, dan memperluas pasar, sehingga kontribusi ekonomi lokal menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
