Haji 2026: Waspada Heatstroke, Jemaah Harus Siaga Cegah

Ayu W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Haji 2026: Waspada Heatstroke, Jemaah Harus Siaga Cegah

Gambar atau konten salah?

Haji 2026 resmi dimulai pada 22 April 2026. Sejak itu, banyak jemaah yang sudah berangkat dan tiba di Tanah Suci. Bagi yang masih menunggu keberangkatan, risiko heatstroke harus selalu diingat.

Menurut laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), heatstroke adalah kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Kondisi ini muncul ketika suhu udara tinggi dan tubuh tidak dapat mengatur suhunya sendiri, sehingga suhu tubuh naik lebih dari 40 derajat Celsius.

Cuaca panas dan aktivitas fisik selama ibadah haji meningkatkan risiko heatstroke, terutama bagi jemaah lanjut usia. Sumber informasi ini menekankan pentingnya kewaspadaan, karena faktor-faktor tersebut dapat memicu kondisi yang berbahaya.

Berikut gejala heatstroke yang diambil dari laman Hermina Hospital, yang perlu diperhatikan:

  • Perubahan kondisi mental atau perilaku, seperti kebingungan, kejang, hingga koma.
  • Sakit kepala dengan sensasi berdenyut.
  • Mual dan muntah.
  • Suhu tubuh berada di atas 40 derajat Celsius.
  • Nafas menjadi lebih cepat dan pendek.
  • Kulit berubah menjadi kemerahan.
  • Detak jantung meningkat secara signifikan.
  • Jika heatstroke disebabkan oleh panas, kulit akan kering dan terasa panas saat disentuh.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan pertama. Menunda penanganan dapat berujung pada komplikasi serius, sebagaimana dijelaskan oleh laman Primaya Hospital:

  • Gagal ginjal akut: kerusakan fungsi ginjal secara mendadak.
  • Hipoglikemia: penurunan kadar gula darah secara drastis.
  • Rhabdomyolisis: kerusakan jaringan otot rangka yang melepaskan isi otot ke dalam darah.
  • Kegagalan berbagai organ tubuh: fungsi vital tubuh seperti jantung, hati, hingga otak bersamaan.
  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS): penumpukan cairan di alveoli paru-paru, menyebabkan sesak napas berat.
  • Koagulasi intravaskuler diseminate: bekuan darah kecil di seluruh aliran darah.

UGM menyediakan beberapa tips sederhana untuk mencegah heatstroke selama ibadah haji:

  • Perbanyak mengonsumsi air putih, bahkan sebelum merasa haus.
  • Gunakan pakaian longgar dan dapat menyerap keringat.
  • Hindari aktivitas yang tidak diperlukan saat cuaca panas.
  • Gunakan payung atau penutup kepala atau alat pelindung diri lainnya saat di luar ruangan.
  • Istirahat cukup dan jangan memaksakan diri.
  • Menyemprot wajah dengan air bersih untuk mengurangi panas di kulit.

Dengan memahami gejala, komplikasi, dan cara pencegahan, jemaah dapat melindungi diri dari ancaman heatstroke. Kesadaran dan tindakan cepat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan selama perjalanan suci.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker.

Haji 2026heatstrokegejala heatstrokekomplikasi heatstrokepencegahan heatstrokeKemenkesUGM

Komentar

Memuat komentar...