Hardiknas 2026: Hari Pendidikan Nasional Sabtu, Bukan Libur
Gambar atau konten salah?
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) akan diperingati pada 02 Mei 2026, jatuh pada hari Sabtu. Meskipun dirayakan setiap tahun, Hardiknas tidak termasuk hari libur nasional atau cuti bersama, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari‑Hari Nasional yang Bukan Libur. Surat Keputusan Bersama tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 juga tidak menuliskan Hardiknas sebagai hari libur.
Karena tanggal tersebut berada di akhir pekan, masyarakat yang menganggap Sabtu sebagai hari libur akhir pekan dapat menikmati hari tersebut sebagai hari istirahat. Namun, bagi yang tidak memiliki kebijakan libur Sabtu, Hardiknas tetap menjadi hari biasa.
Sejarah Hardiknas bermula pada tanggal lahir Ki Hajar Dewantara, 02 Mei 1889, di Yogyakarta. Pemerintah Indonesia memilih tanggal tersebut sebagai penghormatan atas jasa dan perjuangannya dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat. Ki Hajar Dewantara, nama asli RM Suwardi Suryaningrat, lulus dari STOVIA, sekolah kedokteran pada masa itu, sebelum berkarir sebagai wartawan di surat kabar De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.
Ia dikenal berani menentang kebijakan kolonial Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak Belanda dan kaum priyayi mengenyam pendidikan. Kritik tajamnya terhadap pemerintah kolonial membuatnya diasingkan bersama Ernest Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo. Tiga orang ini kemudian dikenal sebagai Tiga Serangkai. Setelah kembali dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa, atau Tamansiswa National Institute, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Menurut laman Kemendikdasmen, Hardiknas bukan sekadar peringatan hari lahir Ki Hajar Dewantara. Momentum ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh insan pendidikan untuk menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Ki Hajar Dewantara pernah menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah yang memerdekakan cara berpikir anak, bukan sekadar menghafal. Ia mengajak generasi muda untuk mencari pengetahuan dengan pikiran mereka sendiri.
Dengan demikian, Hardiknas 2026 menjadi kesempatan bagi pendidik, siswa, dan masyarakat luas untuk mengingat warisan Ki Hajar Dewantara. Hari ini menegaskan pentingnya pendidikan sebagai alat pembebasan dan pembangunan bangsa. 02 Mei 2026 menjadi simbol komitmen Indonesia terhadap kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Kesimpulannya, Hardiknas 2026 jatuh pada hari Sabtu, tidak menjadi hari libur nasional, namun tetap menjadi hari penting bagi dunia pendidikan. Sejarah dan nilai-nilai Ki Hajar Dewantara tetap menjadi landasan bagi generasi mendatang untuk terus mengembangkan sistem pendidikan Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
