Hujan Deras di OKU Sumbang Banjir 41 Rumah, 164 Jiwa

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Hujan Deras di OKU Sumbang Banjir 41 Rumah, 164 Jiwa

Gambar atau konten salah?

Hujan deras yang turun di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menimbulkan banjir di 41 rumah. Jumlah penduduk yang terdampak mencapai 164 jiwa, setara dengan 41 kepala keluarga. Ketinggian air banjir berkisar antara 15‑60 cm, sehingga beberapa ruas jalan terendam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Effendi, mengungkapkan bahwa banjir terjadi di Kelurahan Sekar Jaya, Desa Tanjung Kemala, dan Air Paoh pada 28 April 2026. Ketiga daerah tersebut berada di Kecamatan Baturaja Timur.

Ia menambahkan: “Hujan ekstrem yang terjadi pada Selasa tanggal 28 April 2026 pukul 18.00 WIB, dalam durasi yang cukup lama di wilayah OKU, sehingga terdapat beberapa permukiman warga terdampak genangan banjir akibat buruknya aliran drainase yang menghambat aliran air.”

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), antisipasi telah dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan. BMKG juga telah berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri, aparatur kecamatan, desa, kelurahan, serta warga yang terdampak.

Tim BPBD menurunkan personel dan peralatan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Saat ini, banjir yang menggenangi rumah warga sudah mulai surut, dan jalan yang tergenang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, pihak BPBD tetap waspada terhadap potensi bencana di wilayah tersebut. Pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap terus dilakukan.

Menurut Kepala Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, hasil koordinasi dengan BMKG Sumsel menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di OKU, khususnya hingga tiga hari ke depan.

Analisis BMKG menyatakan bahwa angin ketinggian 3.000 feet, arah dominan bertiup dari Timur‑Tenggara dengan kecepatan 9‑12 knot. Terdapat belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Sumatera Selatan, yang menimbulkan penumpukan massa udara dan pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Selain itu, MJO spasial aktif pada periode 29 April‑1 Mei 2026, menandakan masih ada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Selatan.

Gunalfi menegaskan: “Menyikapi hasil analisa cuaca dari BMKG, terutama di OKU masih akan berpotensi mengalami peningkatan curah hujan hingga tiga hari kedepan. Maka dengan ini kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman atau potensi bencana hidro‑meteorologi tipe basah.”

Secara keseluruhan, banjir di OKU disebabkan oleh hujan deras yang berlangsung lama, ditambah drainase buruk. Upaya evakuasi dan koordinasi lintas lembaga telah dilaksanakan, sementara pemantauan cuaca dan air tetap dijaga untuk mengantisipasi potensi banjir selanjutnya.

Hujan derasBanjir Ogan Komering UluDrainase burukBMKGEvakuasiMJOKewaspadaan

Komentar

Memuat komentar...