Idul Adha: Tradisi Kurban di Arab Saudi, Pakistan, UAE

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Idul Adha: Tradisi Kurban di Arab Saudi, Pakistan, UAE

Gambar atau konten salah?

Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, bukan sekadar momen ibadah bagi umat Islam. Tradisi‑tradisi unik yang beragam muncul di berbagai negara, menampilkan cara berbeda dalam menyambut hari besar ini.

Berikut ini uraian singkat tentang bagaimana Idul Adha dirayakan di beberapa negara, lengkap dengan detail tradisi yang khas.

  1. Arab Saudi

    Di Riyadh, penjualan hewan kurban berlanjut menjelang Idul Adha. Penjual menggunakan mobil bak terbuka, menampilkan hewan‑hewan yang siap disembelih. Tradisi paling menonjol di sini adalah penyembelihan unta sebagai hewan kurban. Daging hasil sembelihan kemudian didistribusikan kepada masyarakat setempat dan juga ke negara‑negara di Asia Tengah, Selatan, dan Afrika.

  2. Pakistan

    Idul Adha di Pakistan berlangsung selama 4 hari dan dihitung sebagai hari libur resmi. Pada hari pertama, para pria melakukan salat Idul Adha, lalu kembali ke rumah masing‑masing untuk menyembelih binatang kurban. Hewan biasanya disimpan di rumah atau di tenda‑tenda bersama bagi mereka yang tinggal di apartemen. Setelah proses penyembelihan, daging dibagi kepada orang-orang yang datang bertamu, serta kepada orang yang kurang mampu.

    Foto diambil di Lahore pada 3 Juli 2022 menunjukkan seorang pria Pakistan membawa unta ke pasar menjelang Idul Adha.

  3. Uni Emirat Arab

    Di negara ini, Idul Adha berlangsung selama 3‑4 hari. Umat Muslim mengunjungi rumah keluarga dan kerabat, berbagi makanan manis, dan anak‑anak menerima amplop berisi uang. Tradisi ini menonjolkan kebersamaan dan pemberian.

  4. Tajikistan

    Setelah salat Id, umat Muslim mengunjungi keluarga dan kerabat. Anak‑anak mengenakan pakaian terbaik, menerima uang dan manisan. Daging kurban dibawa pulang, dan setiap keluarga membuat hidangan. Hidangan biasanya dimulai dengan buah‑buah dan biskuit, diikuti daging sebagai hidangan utama, lalu diakhiri dengan pencuci mulut. Tetangga dapat datang ke rumah dan makan bersama, membuka makanan Idul Adha kepada siapa saja.

  5. Kanada

    Di Kanada, acara Idul Adha dan Idul Fitri diselenggarakan oleh The Muslim Association of Canada (MAC). Acara‑acara meliputi karnaval, festival, pertandingan olahraga, dan kompetisi olahraga. Tokoh‑tokoh politik sering hadir untuk mengucapkan selamat hari raya kepada umat Muslim di Kanada.

  6. Iran

    Berbeda dengan negara‑negara lain yang menonjolkan makanan manis, hidangan Idul Adha di Iran identik dengan rasa gurih asin. Daging kurban biasanya diolah menjadi kebab dan haleem, atau hidangan daging yang direbus dan disajikan bersama gandum atau jelai.

  7. Maroko

    Persiapan Idul Adha di Maroko dimulai tiga hari sebelum hari raya. Umat Islam membalurkan henna pada tanduk hewan yang dikurbankan, dianggap sebagai tanda kebaikan. Satu minggu sebelum Idul Adha, peternak biasanya sudah mulai menjual hewan yang akan digunakan untuk kurban, memastikan hewan siap dipakai.

  8. Filipina

    Di wilayah‑wilayah mayoritas Islam di Filipina, Idul Adha diakui sebagai hari libur, kecuali di kota‑kota besar. Perayaan berlangsung hanya satu hari. Tradisi unik di sini adalah setelah berkumpul dan memakan daging bersama keluarga, tuan rumah meletakkan uang di bawah kursi. Uang tersebut kemudian menjadi milik orang yang duduk di kursi tersebut.

Setiap negara menampilkan ciri khasnya sendiri, namun semua tetap berpegang pada nilai inti: ibadah, kepedulian, dan kebersamaan. Tradisi‑tradisi ini menunjukkan bahwa Idul Adha lebih dari sekadar ritual, melainkan juga bentuk solidaritas sosial yang melintasi batas budaya.

Idul AdhaKurbanTradisiHewan KurbanKebersamaanSolidaritas SosialPerayaan Internasional

Komentar

Memuat komentar...