IHSG Jatuh 4%, Investor Asing Jual Bersih Triliun Rupiah

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
IHSG Jatuh 4%, Investor Asing Jual Bersih Triliun Rupiah

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan, turun hampir 4% ke kisaran 6.300. Pada perdagangan terakhir, indeks ini berada di level 6.300-an.

Menurut data perdagangan RTI Business, IHSG melemah sejak perdagangan 08 Mei 2026. Pada hari itu, indeks turun 2,86% menjadi 6.969,39. Selanjutnya, pada 19 Mei 2026, IHSG jatuh 3,46% ke 6.370,67. Jika dilihat dari lima hari terakhir, total penurunan mencapai 8,59%. Selama tahun ini, penurunan mencapai 26,32%. Pelemahan ini sejalan dengan aksi net foreign sell, yaitu penjualan bersih investor asing sebesar Rp 41,28 triliun year-to-date per 18 Mei 2026.

Beberapa saham konglomerat turut menurunkan nilai. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), milik Prajogo Pangestu, turun 14,75% ke Rp 3.120 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) jatuh 13,33% menjadi Rp 650. PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 10,93% ke Rp 4.320. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinar Mas menurunkan 14,77% ke Rp 750. Sedangkan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) milik Theodore Permadi Rachmat, turun 14,97% ke Rp 1.590.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Mei 2026. Sidak tersebut bertujuan memantau pertumbuhan investor dan menenangkan pasar di tengah tekanan koreksi. Dasco bersamakan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan COO Danantara Dony Oskaria. Dalam konferensi pers di Gedung BEI, Dasco menyatakan: “Kami kemudian mendengarkan paparan dari Pak Rosan, bagaimana mereka kemudian menyiapkan regulasi-regulasi yang bisa kemudian meyakinkan dan bisa kemudian membuat para investor lokal merasa nyaman, sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah, dan kemudian dengan fundamental yang ada, saya yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat.”

Sentimen pasar dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, pidato Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 dalam Rapat Paripurna DPR. Dalam pidato tersebut, Prabowo akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk RAPBN Tahun Anggaran 2027. Kedua, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang juga akan diumumkan pada hari yang sama. Menurut analisis Phintraco Sekuritas, konsensus menilai BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5% untuk menstabilkan Rupiah. Investor menantikan kedua pengumuman tersebut.

Selain itu, tekanan pada IHSG juga muncul karena wacana pemerintah mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus negara. Komoditas ekspor yang terlibat meliputi batu bara, CPO, dan mineral logam. Kewaspadaan investor muncul karena potensi pengendalian harga jual yang dapat menurunkan margin laba perusahaan.

Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dipengaruhi oleh aksi jual investor asing, koreksi saham konglomerat, dan sentimen pasar terkait kebijakan ekonomi. Investor kini menunggu pengumuman kebijakan fiskal dan suku bunga untuk menilai arah pasar ke depan.

IHSGnet foreign sellOJKPrabowo SubiantoBI Rateekspor komoditaspenurunan

Komentar

Memuat komentar...