IHSG Turun 1,26% ke Zona Merah, 6.938,77; Global Tersentuh

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 1,26% ke Zona Merah, 6.938,77; Global Tersentuh

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan di zona merah, menurun 1,26 % menjadi 6.938,77 pada pukul 9.08 WIB. Nilai ini turun 88,74 poin dari level pembukaan.

Harga pembukaan IHSG berada di 7.001,56, dengan titik tertinggi 7.008,52 dan titik terendah 6.935,35. Volume transaksi mencapai 2,61 miliar saham, menghasilkan 2,57 triliun rupiah dalam 178.589 transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 162 saham mengalami kenaikan, 383 saham turun, dan 168 saham tetap stabil.

Di pasar saham Asia lainnya, Nikkei menguat 1,24 %, Hang Seng turun 0,70 %, dan Shanghai Composite Index melemah 1 %. Pergerakan ini menambah ketidakpastian di pasar regional.

Menurut Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas, prediksi IHSG hari ini (06 April 2026) berada dalam kisaran 7.000–7.100. Sentimen pasar dipengaruhi oleh koreksi IHSG sebesar -0,99 % dalam minggu 02 April 2026, menandai penurunan mingguan selama enam pekan berturut‑turut. Investor asing mencatatkan outflow sebesar Rp 2,94 triliun di seluruh pasar dalam periode tersebut. Rupiah JISDOR menembus Rp 17.0015/USD pada 02 April 2026, menjadi level terendah sepanjang masa. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu aliran modal keluar dan potensi melebarnya defisit APBN.

Regulator OJK, bersama BEI dan KSEI, telah menyelesaikan empat agenda transparansi pasar modal Indonesia. Agenda tersebut merupakan bagian dari proposal kepada penyedia indeks global, termasuk MSCI. Tiga agenda utama meliputi data kepemilikan saham di atas 1 %, implementasi High Shareholding Concentration (HSC), klasifikasi 39 tipe kepemilikan saham, serta kenaikan batas minimum free float menjadi 15 % yang berlaku mulai 31 Maret 2026.

Di luar negeri, S&P 500 naik 0,11 % dan Nasdaq turun 0,18 % pada 02 April 2026. Presiden Trump menegaskan batas waktu negosiasi Iran‑AS agar Iran dapat membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa malam 07 April 2026. Harga minyak mentah Brent melanjutkan reli +1,92 % pada US$ 111/barrel pagi 06 Februari 2026. Data tenaga kerja AS (Non‑Farm Payroll) edisi Maret 2026 menunjukkan kenaikan 178 ribu, berbanding penurunan 133 ribu bulan sebelumnya, menambah kekhawatiran inflasi di atas target Federal Reserve 2 %.

Bursa Asia Pasifik membuka dengan pergerakan terbatas. Indeks KOSPI menguat 1,08 % dan Nikkei 225 naik 0,51 % pada 06 April 2026. Namun, KOSPI menurun 19 % sepanjang Maret 2026, seiring dengan eskalasi di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan domestik dan global. Koreksi mingguan, outflow modal asing, serta ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama menurunkan IHSG. Langkah transparansi pasar modal dan kebijakan free float yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, meski tantangan ekonomi dan politik masih berlangsung.

IHSGoutflow modalgeopolitikfree floatkoreksi mingguanpasar sahamturunOJK

Komentar

Memuat komentar...