IHSG Turun 14,42%: Investor Asing Jual Bersih Rp23,34 Triliun
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pola net foreign sell yang berlangsung selama sebulan terakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 23,34 triliun dalam periode tersebut. Sementara itu, IHSG turun lebih dari 14 % sepanjang perdagangan bulan ini.
“IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi sebesar 14,42 % month-to-month. Namun, di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan juga likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap dapat dijaga dengan baik. Investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai 23,34 triliun rupiah month-to-month,” kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual pada 06 April 2026.
Hasan menjelaskan bahwa lonjakan tren net foreign sell terjadi akibat transaksi di pasar negosiasi terhadap sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk pasar obligasi, ia menyebut Indonesia Composite Bond Index (ICBI) juga terkoreksi 2,03 % ke level 433,16. “Ini tercatat terkoreksi sebesar 2,03 % month-to-month atau 1,74 % year to date,” jelasnya.
Selanjutnya, OJK mencatat aksi jual bersih yang dilakukan investor non-resident di pasar Surat Berharga Negara (SBN) hingga Rp 21,80 triliun secara bulanan. “Seiring peningkatan persepsi risiko akibat terjadinya ketidakpastian global, investor non-resident membukukan net sale di pasar SBN sebesar Rp 21,80 triliun month-to-month,” pungkasnya.
Data ini menegaskan bahwa meski investor asing mengekspresikan keengganan membeli, likuiditas pasar tetap terjaga. Pergerakan indeks dan obligasi mencerminkan respons pasar terhadap kondisi global yang tidak menentu. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi keputusan investasi di pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
