IHSG Turun, OJK Panggil Investor Manfaatkan Saham Murah
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui bahwa nilai rata‑rata saham di Indonesia saat ini lebih murah dibandingkan bursa saham di kawasan regional. Hal ini terjadi bersamaan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebelumnya mencapai puncak tertinggi sepanjang masa (all time high) di awal 2026.
Menurut Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, kondisi ini dipicu oleh dinamika global. Ia menegaskan bahwa “IHSG kita sekarang sudah jauh di bawah posisi pada saat terjadi all time high di pertengahan Januari. Sekarang bahkan secara PER regional, tingkat rata‑rata PER saham‑saham kita sudah ada di bawah PER rata‑rata bursa‑bursa lainnya. Sekarang tingkatnya di level 16 kali,”. PER atau Price to Earning Ratio berada di angka 16 kali.
Perubahan ini terlihat jelas ketika IHSG sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa pada pertengahan Januari, yaitu 9.134,7. Saat ini, indeks saham berada di 6.734,53, menandai penurunan signifikan.
Hasan menilai bahwa situasi ini dapat menjadi peluang bagi investor untuk masuk ke pasar modal. Namun, ia mengimbau agar tetap selektif dalam memilih saham dengan prospek jangka panjang. Ia berkata, “Kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham‑saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu‑waktu.”
OJK bersama badan regulasi swasta (SRO) sedang melakukan reformasi pasar modal. Menurut Hasan, tekanan yang terjadi hari ini bersifat jangka pendek setelah pengumuman MSCI. Ia menyatakan bahwa pelemahan pasar dalam jangka pendek merupakan bagian dari proses penyesuaian menuju level dasar baru bagi pasar saham Indonesia. Baseline baru ini diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas emiten yang tercatat di BEI.
Hasan juga menekankan pentingnya masuknya saham ke anggota indeks global. Ia menyatakan, “Kami juga mendorong saham untuk masuk ke anggota indeks global pada saatnya penuhi kriteria yang diharapkan masuk ke index provider global. Jadi, long term gain yang kami kejar dalam upaya rebalancing index provider global.”
OJK mengajak para investor untuk memanfaatkan kondisi ini dengan hati‑hati, menekankan bahwa meski harga saham lebih rendah, pemilihan saham yang tepat tetap menjadi kunci kesuksesan investasi jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
