Isolasi Sosial dan Kesepian Tertambah Risiko Jantung
Gambar atau konten salah?
Isolasi sosial dan kesepian seringkali diartikan sebagai kurangnya hubungan nyata dan dukungan emosional. Isolasi sosial berarti tidak banyak kontak fisik atau komunikasi dengan orang lain, sedangkan kesepian adalah perasaan subjektif bahwa seseorang tidak memiliki dukungan emosional yang cukup.
Menurut sejumlah penelitian, kedua kondisi ini dapat menurunkan kesehatan jantung. Crystal Wiley Cené, MD, MPH, seorang dokter penyakit dalam, mengutip dari Rheumatology Advisor bahwa “Isolasi sosial dan kesepian diperkirakan memengaruhi kesehatan kardiovaskular melalui beberapa jalur.”
Orang yang hidup terisolasi cenderung kurang berolahraga, mengalami gangguan tidur, dan mengonsumsi makanan tidak sehat. Semua faktor ini menambah risiko penyakit jantung. Selain itu, mereka juga lebih jarang memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Dr. Cené menambahkan, “Kurangnya koneksi sosial, baik yang nyata maupun yang dirasakan bisa menyebabkan depresi atau tekanan psikologis dan bisa meningkatkan tekanan darah serta tingkat peradangan.”
Studi yang diterbitkan pada 01 Februari 2025 di Social Science and Medicine menemukan bahwa risiko jantung koroner meningkat sebesar 15 persen pada peserta dengan tingkat isolasi sosial tertinggi dan yang merasa kesepian, dibandingkan dengan mereka yang memiliki isolasi sosial paling rendah dan tidak kesepian.
Meski temuan tersebut cukup kuat, bukti mengenai hubungan antara isolasi sosial dan risiko penyakit jantung koroner masih beragam. Penelitian lain pada 01 Januari 2023 menggunakan data UK Biobank menunjukkan peningkatan risiko kejadian gagal jantung pada individu dengan isolasi sosial tinggi dan kesepian, dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengalami isolasi sosial.
Dr. Cené menyarankan, “Para dokter harus menanyakan kepada pasien tentang hubungan mereka dengan orang lain, termasuk jumlah dan frekuensi kontak sosial, serta kualitas hubungan dan apakah pasien merasa puas dengan hubungan tersebut.”
Ia juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menguji mekanisme bagaimana isolasi sosial dan kesepian memengaruhi kesehatan kardiovaskular.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa kurangnya koneksi sosial dapat menambah beban pada sistem kardiovaskular melalui stres, peradangan, dan perilaku tidak sehat. Memperhatikan hubungan sosial pasien menjadi langkah penting bagi tenaga medis dalam mencegah risiko jantung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
