Jakarta Hukumkan Ikan Sapu‑Sapu, Kurangi Ancaman Ekosistem
Gambar atau konten salah?
Belakangan ini, upaya mengurangi populasi ikan sapu‑sapu semakin ramai di berbagai daerah Indonesia, termasuk Jakarta. Ikan ini termasuk spesies invasif yang dapat merusak ekosistem perairan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu‑sapu di wilayahnya diperkirakan telah mencapai lebih dari 60 persen. Ia menilai kondisi ini mengkhawatirkan karena spesies tersebut dapat memangsa telur ikan lain dan mengancam kelangsungan hidup ikan lokal.
“Dari hasil telaah diperkirakan di atas 60 persen ikan sapu‑sapu itu sekarang ada di Jakarta. Ikan ini sangat invasif, kemudian juga membuat ikan‑ikan lain terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya tidak bisa survive karena telurnya dimakan,” ungkapnya, dikutip pada 24 April 2026.
Di habitat aslinya, Amerika Selatan, populasi ikan sapu‑sapu masih terkendali berkat predator alami seperti peacock bass dan arapaima. Namun, ketika masuk ke perairan lain, ikan ini justru berkembang pesat dan mendominasi ekosistem karena minimnya predator alami.
Menariknya, kedua predator alami tersebut juga termasuk dalam daftar ikan yang dilarang beredar di Indonesia. Selain itu, terdapat puluhan jenis ikan lain yang masuk dalam kategori serupa berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP).
Berikut rangkuman daftar lengkap 75 ikan yang dilarang beredar di Indonesia berdasarkan Permen KKP No. 19 Tahun 2020:
- Ikan Harimau Afrika (Hydrocynus vittatus)
- Ikan Harimau Goliat (Hydrocynus goliath)
- Ikan Serigala (Hoplias malabaricus)
- Lele Bermulut Katak (Asterophysus batrachus)
- Ikan Kaca Asia (Parambassis alleni)
- Ikan Kaca (Parambassis baculis)
- Ikan Kaca Dua Titik (Parambassis bistigmata)
- Ikan Kaca/Bening (Parambassis confinis)
- Ikan Kaca-Kaca (Parambassis dayi)
- Ikan Kaca (Parambassis gulliveri)
- Ikan Kaca (Parambassis lala)
- Ikan Kaca Berpunuk (Parambassis pulcinella)
- Ikan Kaca India / Ikan Petek Danau (Parambassis ranga)
- Ikan Kaca Asia (Parambassis serrata)
- Ikan Kaca (Parambassis thomassi)
- Ikan Kaca (Parambassis vollmeri)
- Ikan Kaca (Parambassis waikhomi)
- Ikan Kaca Indawgyi (Pseudambassis roberti)
- Arapaima / Pirarucu (Arapaima gigas)
- Arapaima Ramping / Torpedo (Arapaima leptosoma)
- Gabus Utara (Channa argus)
- Gabus Besar (Channa marulius)
- Long Jaw Tetra (Bramocharax bransfordii)
- Ikan Zebra Cichlid (Amatitlania nigrofasciata)
- Ikan Lohan (Amphilophus citrinellus)
- Red Devil (Amphilophus labiatus)
- Green Terror (Andinoacara rivulatus)
- Ikan Bass Merak (Cichla ocellaris)
- Azul (Cichla piquiti)
- Lower Xingu Peacock Bass (Cichla melaniae)
- Ikan Lohan (Cichlasoma trimaculatum)
- Cichlid Maya / Mojarra Meksiko (Mayaheros uropthalmus)
- Pastel Cichlid (Cribroheros alfari)
- Ikan Golsom (Hemichromis elongatus)
- Ikan Jaguar (Parachromis managuensis)
- Tilapia Maria (Pelmatopia mariae)
- Ikan Nila Bergaris (Tilapia sparrmanii)
- Ikan Nila Perut Merah (Coptodon zillii)
- Slebra / Ekouni (Coptodon tholloni)
- West African Tilapia (Sarotherodon occidentalis)
- Susuh-Batu Kolam (Misgurnus anguillicaudatus)
- Ikan Vampir (Hydrolycus armatus)
- Ikan Shiner Merah (Cyprinella lutrensis)
- Golden Orfe (Leuciscus idus)
- Ikan Dokter (Tinca tinca)
- Ikan Tombak Amerika (Esox americanus)
- Ikan Gobi Sirip Kuning (Acanthogobius flavimanus)
- Goby Bulat (Neogobius melanostomus)
- Ikan Lele Kepala Coklat (Ameiurus nebulosus)
- Lele Kepala Pipih (Pylodictis olivaris)
- Kakap Nil (Lates niloticus)
- Ikan Bass Bermulut Besar (Micropterus salmoides)
- Ikan Aligator (Atractosteus spp.)
- Ikan Aligator (Lepisosteus spp.)
- Tarpon Atlantic (Megalops atlanticus)
- Kakap Jepang (Coreoperca kawamebari)
- Ikan Caudo (Phalloceros caudimaculatus)
- Ikan Piranha (Serrasalmus spp.)
- Ikan Piranha Merah (Pygocentrus spp.)
- Piranha Perut Merah (Pristobrycon striolatus)
- Ikan Silver Dollar / Dolar Perak (Metynnis argenteus)
- Belut Listrik (Electrophorus electricus)
- Ikan Buntal (Colomesus psittacus)
- Ikan Buntal / Ikan Balon (Tetraodon spp.)
- Lele Penghisap Darah (Paracanthopoma parva)
- Ikan Lele Pensil (Plectrochilus spp.)
- Karang Cokelat (Perna perna)
- Candiru (Vandellia spp.)
- Ikan Sapu‑Sapu (Pterygoplichthys spp.)
- Udang Karang (Orconectes spp.)
- Udang Karang Rawa Merah (Procambarus spp.)
- Udang Karang Sinyal (Pacifastacus leniusculus)
- Katak Tebu (Rhinella marina)
- Katak Pohon Kuba (Osteopilus septentrionalis)
- Kepiting Dayung Asia (Charybdis japonica)
Jumlah 75 spesies ini masuk dalam kategori jenis ikan yang dapat membahayakan atau merugikan ekosistem perairan di Indonesia. Selain mengancam populasi ikan lokal atau endemik, beberapa dari mereka juga dapat membahayakan manusia.
Upaya pengendalian ikan sapu‑sapu di Jakarta mencerminkan langkah lebih luas dalam menjaga keanekaragaman hayati perairan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya memonitor dan menindaklanjuti masuknya spesies invasif, sekaligus menegakkan regulasi yang sudah ada. Dengan demikian, harapannya ekosistem perairan Indonesia dapat tetap terjaga keseimbangannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polda Sumsel Gelar Khitanan Massal dan Operasi Katarak Gratis
Polda Babel gelar bakti kesehatan HUT Bhayangkara ke-80
Cara Cek Dana PIP 2026 Sudah Cair atau Belum Lewat Situs
76 Calon Paskibraka 2026 Diumumkan, 119 Ribu Lebih Pendaftar Tersingkir
Polres Muba gelar coffee morning, perkuat sinergi Forkopimda
Ambulans Lapas Kotabumi Kecelakaan di Lampung Tengah, Terbalik di Sungai
Berita Terbaru
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
Bali Siapkan 3 Kawasan Surga Pajak, Pajak 0% Ditawarkan
Jokowi ke Lampung Jumat, Ajak Warga Foto Bersama
Sekretaris Dinas Bangkalan Tewas Misterius di Mobil Dinas Bandara
