Jalan Tanjung Api-Api Terselesaikan, Lalu Lintas Normal
Gambar atau konten salah?
Jalan Tanjung Api-Api di Palembang mengalami kemacetan panjang. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, segera menanggapi dan menurunkan tim untuk mengatasi masalah tersebut.
“Dishub Sumsel sudah turun langsung meninjau dan mengurai kemacetan di jalur tersebut,” ujar Deru pada Sabtu, 11 April 2026. Ia menegaskan bahwa kemacetan di akses jalan nasional ini bertahap teratasi.
Koordinasi tidak hanya melibatkan Dinas Perhubungan Sumsel, tetapi juga Satlantas Polres Banyuasin. Jalan penghubung Palembang‑Pelabuhan Tanjung Api‑Api menjadi fokus penanganan bersama.
Deru menambahkan, “Langkah konkret telah dilakukan agar kemacetan dapat terurai.”
Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, menjelaskan penyebab macet. Ia menyebut bahwa perbaikan pelebaran jalan menggunakan metode penggalian bahu jalan menjadi faktor utama.
“Ada bahu jalan yang dikeruk, ditambah volume kendaraan truk besar yang banyak dan kendaraan R2 dan R4 yang tidak sabar mengambil jalur berlawanan. Sudah ada petugas dari dishub, polsek setempat, dan satlantas yang mengatur lalin,” katanya.
Hingga sore, akses jalan yang sempat padat kini sudah kembali normal. Sebelumnya, penumpukan terjadi di arah Asrama Haji, Jalan Noerdin Pandji, mengganggu arus lalin ke bandara.
“Saat ini kondisi jalan sudah landai, lalin aman dan lancar. Di Simoang Bandara juga tak ada kemacetan,” tutusnya.
Dengan penanganan cepat dan koordinasi antar lembaga, kemacetan di Jalan Tanjung Api‑Api berhasil terurai, memperlancar arus kendaraan menuju bandara dan wilayah sekitarnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
