Kabut Tebal Bandara Thaha, 3 Maskapai Batalkan Penerbangan

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Kabut Tebal Bandara Thaha, 3 Maskapai Batalkan Penerbangan

Gambar atau konten salah?

Bandara Sultan Thaha di Kota Jambi menghadapi kabut tebal pada pagi hari 19 April 2026, sehingga tiga maskapai harus menunda atau membatalkan penerbangan.

“Iya ada 3 maskapai yang terdampak penerbangannya saat kabut pekat pagi tadi,” ujar General Manager (GM) Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi keselamatan penumpang dan awak.

Maskapai yang terdampak meliputi Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 yang berangkat dari Jambi menuju Jakarta, Citilink dengan nomor QG961 ke Jakarta, dan Super Airjet dengan nomor IU846 yang datang dari Jakarta ke Jambi.

Ardon menambahkan, “Tiga maskapai ini terpaksa membatalkan proses lepas landas maupun pendaratan akibat jarak pandang yang sangat terbatas itu.” Ia menekankan bahwa visibilitas di landasan tidak memenuhi standar keamanan, sehingga semua penerbangan terpaksa menunggu.

Menurut data yang dikumpulkan, kabut mulai muncul sekitar pukul 05.00 WIB dan semakin pekat menjelang pukul 08.00 WIB. Pada jam 05.30 WIB, jarak pandang mencapai 1.700 meter, lalu menurun menjadi 600 meter pada pukul 06.00 WIB. Saat jam 08.00 WIB, visibilitas menurun drastis menjadi antara 50 hingga 100 meter. Pada jam 09.00 WIB, kondisi mulai membaik, dan pada pukul 10.00 WIB jarak pandang kembali normal.

Ardon menjelaskan, “Kondisi cuaca mulai normal kembali dan jarak pandang kembali jelas terlihat pada pukul 10.00 WIB.” Ia menegaskan bahwa kabut pekat tersebut disebabkan oleh uap air akibat cuaca dingin atau hujan, bukan akibat kebakaran hutan atau lahan.

Sebagai hasilnya, beberapa penerbangan berangkat dari Jambi mengalami penundaan atau pembatalan, dan pesawat yang hendak mendarat terpaksa menunggu hingga visibilitas memenuhi standar. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan, mengingat jarak pandang turun drastis di bawah ambang batas.

Keadaan ini menyoroti betapa pentingnya pengawasan cuaca di bandara, terutama ketika kabut dapat memengaruhi visibilitas secara drastis. Penundaan dan pembatalan penerbangan di Bandara Sultan Thaha pada 19 April 2026 menunjukkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama, meski menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang dan maskapai.

Bandara Sultan Thahakabut tebalpenerbangan ditundamaskapai Batik Airvisibilitasjarak pandangkeselamatan

Komentar

Memuat komentar...