Kapolda Sumsel Kurban Sapi di Lubuklinggau untuk Masyarakat

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Kapolda Sumsel Kurban Sapi di Lubuklinggau untuk Masyarakat

Gambar atau konten salah?

Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho berkurban satu ekor sapi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi tersebut berjenis simental, berbobot 1,1 ton, dan diberi nama Guntama. Ia dibeli dari peternak lokal di Kelurahan Jogoboyo dan akan dipotong di Masjid Agung As-salam pada hari Rabu, 27 Mei 2026, setelah salat Idul Adha.

Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP M Kurniawan, menginformasikan bahwa ada tiga ekor sapi kurban yang diberikan oleh Kapolda Sumsel. Sapi ini merupakan pemberian Pak kapolda untuk masyarakat Lubuklinggau. Untuk yang paling besar di Masjid Agung As-Salam, sementara dua ekor lainnya masing-masing di pondok pesantren Uswatun Hasanah dan Masjid Jannati Adnin," katanya, Selasa 26 Mei 2026.

Setelah ketiga sapi itu dipotong, Herman Jaya, Ketua Harian Masjid Agung As-salam, menyatakan bahwa dagingnya akan dibagikan kepada warga sekitar, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lingkungan masjid. Setelah ketiga sapi itu dipotong, nanti dagingnya akan dibagikan kepada warga sekitar terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dilingkungan masjid," sambungnya.

Herman juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian atas dukungan mereka. Kita ucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian dalam hal ini Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho. Nanti daging kurban itu akan dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan," ucapnya. Ia menambahkan bahwa total kurban di Masjid Agung As-salam mencapai delapan sapi dan dua kambing, termasuk yang dimiliki Kapolda Sumsel. Herman menyebutkan total kurban yang ada di Masjid Agung As-salam berjumlah delapan sapi dan dua kambing termasuk punya Kapolda Sumsel. Ia menambahkan untuk nama-nama calon penerima sudah terdata dan nanti akan dibagikan sesuai dengan nama yang telah terdata.

Untuk menjaga ketertiban, panitia kurban harus mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, yakni memberikan daging kurban kepada masyarakat yang telah didata dan diberi kupon sebelumnya. Dengan itu demi ketertiban panitia tetap pada prosedur yang sudah ditentukan, panitia kurban harus memberikan daging kurban kepada masyarakat sekitar yang sudah didata dan diberi kupon sebelumnya," tuturnya.

Peristiwa ini menegaskan kerja sama antara kepolisian dan lembaga keagamaan setempat, sekaligus memastikan bahwa daging kurban dapat sampai kepada yang membutuhkan. Keputusan Kapolda Sumsel untuk berkurban di Lubuklinggau mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan warga, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Dengan prosedur yang teratur, distribusi kurban diharapkan berjalan lancar dan adil.

Kapolda Sumselkurban sapiLubuklinggauMasjid Agung As-salamHari Raya Idul Adhadaging kurbanmasyarakat berpenghasilan rendah

Komentar

Memuat komentar...