Karhutla di Sumsel: Helikopter Beraksi, 2 Hektare Terbakar

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Karhutla di Sumsel: Helikopter Beraksi, 2 Hektare Terbakar

Gambar atau konten salah?

Palembang – Kebakaran hutan dan lahan, atau yang biasa disebut karhutla, melanda enam daerah di Sumatera Selatan. Pada Selasa, 02 Juni 2026, patroli udara menelusuri wilayah Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ulu (OKU).

“Berdasarkan pantauan dua helikopter patroli udara kemarin, ditemukan 5 firespot di Ogan Ilir, Muara Enim, PALI, Muba, dan OKU. Masing-masing ditemukan 1 titik api,” ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman.

Di Muba, titik api terdeteksi di Sungai Keruh. Lahan seluas 2 hektare terbakar dan berasap, namun asapnya tipis dan terkendali. PALI mencatat karhutla di wilayah Talang Ubi, dengan lahan terbakar seluas sekitar 2 hektare. Muara Enim melaporkan satu hektare lahan terbakar di Gunung Megang. OKU mencatat peninjauan di wilayah seluas 2 hektare. Sementara Ogan Ilir, lahan terbakar seluas 2 hektare dan berpotensi meluas di wilayah Rambang Kuang.

Helikopter water bombing dipakai di PALI, OKU, dan Ogan Ilir. Dua helikopter melakukan 36 kali water bombing. Di Peninjauan, OKU masih berasap hingga akhir pemadaman. Namun di OKU dan Ogan Ilir, kebakaran berhasil dipadamkan. “Sementara pemadaman di wilayah karhutla lainnya, dikoordinasikan dengan satgas darat,” tambahnya.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api di lapangan. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tutusnya.

Karhutla sering kali disebabkan oleh praktik pembukaan lahan yang tidak terkontrol. Upaya pemadaman yang melibatkan helikopter dan koordinasi darat menunjukkan kesiapan otoritas setempat. Keterlibatan masyarakat dalam pelaporan cepat menjadi kunci mencegah kebakaran menyebar lebih luas.

karhutlaSumatera Selatanhelikopter water bombingBPBD SumselOgan IlirPALIMuba

Komentar

Memuat komentar...