Karhutla Sumatera Selatan meluas, lebih 10 hektare
Gambar atau konten salah?
Karhutla di Sumatera Selatan memecah keheningan hutan. BPBD Sumsel melaporkan kebakaran hutan dan lahan yang menyebar di enam kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Mura, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Muba. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai belasan hektare.
Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, laporan kemarin menemukan karhutla tersebar di berbagai wilayah Sumsel. Penanganan dilakukan dengan helikopter water bombing dan satgas darat. Beberapa titik berhasil dipadamkan, ada juga yang masih berasap, “Hasil laporan kemarin menemukan karhutla yang tersebar di berbagai wilayah Sumsel. Penanganan dilakukan dengan helikopter water bombing dan satgas darat. Beberapa titik berhasil dipadamkan, ada juga yang masih berasap,” ujarnya pada 31 Mei 2026.
Helikopter water bombing dipakai di Muba, Mura, dan PALI. Di Muba, tepatnya di Sido Mukti, pemadaman dilakukan 11 kali dan berhasil dipadamkan. Di Mura, pemadaman karhutla dilakukan di wilayah Muara Kelingi dengan 14 kali water bombing. Sedangkan di PALI, pemadaman dilakukan di Pengabuan dengan 46 kali water bombing. Kondisinya masih berasap dan hari ini dilanjutkan kembali pemadaman, “Sedangkan di PALI, pemadaman dilakukan di Pengabuan dengan 46 kali water bombing. Kondisinya masih berasap dan hari ini dilanjutkan kembali pemadaman,” tambah Sudirman.
Operasi darat menargetkan dua titik di Muara Enim, yaitu Desa Pedataran dan Tambangan, keduanya berada di wilayah Gelumbang. Luas lahan terbakar mencapai 2 hektare. Di Ogan Ilir, karhutla terjadi di Desa Talang Seleman, Kecamatan Payaraman, seluas 0,25 hektare. Karhutla di Banyuasin hanya menyisakan asap.
Secara keseluruhan, karhutla yang terjadi kemarin lebih dari 10 hektare. Rersebar di sejumlah spot‑spot di beberapa daerah, “Secara keseluruhan karhutla yang terjadi kemarin lebih dari 10 hektare. Rersebar di sejumlah spot-spot di beberapa daerah,” jelas Sudirman.
Ia mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran besar. Selain itu, warga yang berada di sekitar kawasan hutan dan perkebunan diminta segera melapor jika menemukan asap atau titik api, “Kita mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran besar. Selain itu, warga yang berada di sekitar kawasan hutan dan perkebunan diminta segera melapor jika menemukan asap atau titik api,” tutup Sudirman.
Karhutla ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan koordinasi antara pihak berwenang dan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan. Kebakaran yang masih berasap menandakan risiko penyebaran lebih lanjut, sehingga upaya pencegahan dan pelaporan dini tetap menjadi kunci utama dalam mengendalikan situasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen