Kasus Campak Sumsel Meluas, Musi Rawas dan Banyuasin Tertinggi
Gambar atau konten salah?
Di Sumatera Selatan, penyebaran kasus campak kini tidak hanya terbatas pada Kota Palembang. Dua kabupaten lain, Musi Rawas dan Banyuasin, menunjukkan tren penyebaran yang mengkhawatirkan dengan angka suspek menembus seratus.
Menurut data Dinas Kesehatan Sumsel per 09 April 2026, Musi Rawas mencatat 116 kasus suspek, di mana 25 di antaranya terkonfirmasi positif. Banyuasin tidak jauh kalah, dengan 109 suspek dan 18 positif.
“Selain Palembang sebagai episentrum utama, perhatian kini juga tertuju pada Musi Rawas dan Banyuasin karena tren suspek yang konsisten tinggi sejak awal tahun,” ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa.
Meskipun angka positif di Banyuasin hanya 18 kasus, persentase pasien dewasa (usia di atas 15 tahun) di wilayah ini justru yang tertinggi di Sumsel. 10% kasus positif pada kelompok dewasa, tertinggi di Sumsel untuk kategori usia dewasa di wilayah berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa), jelas Ira.
Data Dinkes menunjukkan lonjakan di kedua wilayah ini terjadi secara bertahap sejak awal tahun. Di Musi Rawas, terdapat 56 suspek pada Januari. Sementara di Banyuasin, angka suspek terus merangkak naik dari 22 kasus di Januari hingga puncaknya 46 kasus pada Maret 2026.
Kondisi serupa juga memengaruhi beberapa daerah lain di Sumsel. Kota Prabumulih kini memiliki 103 suspek, dan Kota Lubuklinggau sebanyak 66 suspek.
Hingga saat ini, Kota Palembang masih memegang rekor tertinggi dengan 808 suspek dan 178 kasus positif. Secara total, akumulasi kasus positif campak di seluruh Sumsel selama tahun 2026 telah mencapai 336 kasus.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempercepat distribusi vaksin untuk dewasa, terutama bagi tenaga kesehatan yang merupakan kelompok paling berisiko di tengah masa KLB ini,” tambah Ira.
Masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Jika menemukan gejala demam tinggi yang disertai ruam merah pada kulit, warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus campak di Sumsel menunjukkan pola penyebaran yang meluas, menuntut koordinasi lebih lanjut antara pemerintah daerah dan Kemenkes. Peningkatan vaksinasi dewasa, khususnya tenaga kesehatan, menjadi langkah penting untuk menekan angka positif di wilayah yang masih menunjukkan tren tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
