Kebakaran Hektare di Sumsel Padam 68 Penyemprotan Air

Ratna D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Kebakaran Hektare di Sumsel Padam 68 Penyemprotan Air

Gambar atau konten salah?

Belasan hektare lahan di Sumatera Selatan terbakar pada akhir pekan ini. Kebakaran muncul bersamaan dengan lonjakan hotspot di Bumi Sriwijaya. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengonfirmasi serangan api terjadi di Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin pada 28 Mei 2026.

“Iya, karhutla terjadi di beberapa wilayah Sumsel kemarin. Upaya pemadaman dilakukan oleh satgas darat dan udara,” ujarnya pada 29 Mei 2026. Laporan patroli udara menandai lokasi kebakaran, lalu helikopter water bombing turun ke area yang terbakar.

Di PALI, api melanda Abab dan Penukal Abab. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 4,5 hektare. Satgas udara melakukan 47 kali water bombing, dan kebakaran berhasil dipadamkan.
Di Muba, area Sungai Keruh dan Plakat Tinggi terbakar seluas 3 hektare. 17 kali water bombing memadamkan api tersebut.
Di Muratara, karhutla di Karang Dapo menutupi sekitar 1 hektare. 20 kali water bombing menuntaskan pemadaman.
Muara Enim dilaporkan satu hektare lahan terbakar, dan satgas darat berhasil memadamkannya.
Ogan Ilir, di Rantau Alai, juga seluas satu hektare, dipadamkan satgas darat.
Di Banyuasin, asap terlihat dari area persawahan, sementara di Sekayu, luas sekitar 2 hektare juga terpantau.

“Total ada 3 helikopter water bombing yang diturunkan untuk melakukan 68 kali water bombing,” ungkap Sudirman. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan perusahaan. “Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran besar. Selain itu, warga yang berada di sekitar kawasan hutan dan perkebunan diminta segera melapor jika menemukan asap atau titik api,” tambahnya.

Dengan serangkaian upaya udara dan darat, semua kebakaran di Sumsel berhasil dipadamkan. Namun, kejadian ini menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap praktik pembukaan lahan. 3 helikopter water bombing dan 68 kali penyemprotan air menjadi contoh respons cepat yang dapat mencegah kebakaran lebih luas.

Kebakaran Sumatera SelatanKarhutlaWater BombingBPBD SumselHotspot Bumi SriwijayaLahan TerbakarKewaspadaan Masyarakat

Komentar

Memuat komentar...