Kekurangan Darah Palembang: 6.000 Kantong Harian Tidak Cukup

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Kekurangan Darah Palembang: 6.000 Kantong Harian Tidak Cukup

Gambar atau konten salah?

Palembang, 04 Mei 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Palembang melaporkan kebutuhan darah harian yang masih jauh di bawah target. Setiap hari, kota ini memerlukan 500 kantong darah dan 6.000 kantong darah per bulan, namun stok masih tidak mencukupi.

Petugas PMI Kota Palembang, Bambang Herianto, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Palembang masih kurang baik, baik untuk kebutuhan harian maupun bulanan. Ia mengatakan, “Setiap hari ini kita membutuhkan 500 kantong darah dan per bulannya 6.000 kantong darah. Namun, masih jauh dari kata cukup atau bisa dikatakan masih kekurangan.”

Heri menjelaskan bahwa kebutuhan darah tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan semua rumah sakit di kota. Meskipun sudah ada aksi donor darah dari instansi perusahaan maupun masyarakat, jumlah kantong darah yang dikumpulkan masih tidak cukup. Ia menambahkan, “Seluruh golongan darah, jenis AB menjadi yang paling langkah dan sulit didapatkan. Sementara untuk golongan A, B dan O masih relatif lebih tersedia.”

Kurangnya stok darah disebabkan oleh rendahnya minat donor sukarela. Banyak warga enggan mendonorkan darah karena takut jarum. Heri menyatakan, “Donor sukarela masih kurang, salah satu faktornya karena masyarakat masih takut jarum, jarum donor darah cukup besar.”

Untuk mengatasi masalah ini, PMI terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah sistem jemput bola, di mana PMI mengunjungi instansi dan perusahaan. Ia juga menyebutkan, “Kita jemput bola salah satunya mengadakan donor darah di Mal atau di pusat keramaian seperti di PTC mal dan KI setiap Minggu.”

Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, menambahkan bahwa kekurangan stok darah sering terjadi saat permintaan meningkat. Ia mengatakan, “Untuk mengatasi hal tersebut, kami PMI kini aktif melakukan jemput bola dengan menggandeng kecamatan agar partisipasi masyarakat semakin luas.”

Dewi juga menjelaskan prosesnya: “Kami turun langsung ke kecamatan, berkolaborasi dengan camat, lurah hingga puskesmas untuk mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat rutin donor darah.”

Di sisi lain, Rumah Sakit Pelabuhan Palembang turut membantu memenuhi kebutuhan darah. RS Pelabuhan menggelar kegiatan donor darah dengan target 100 kantong darah. drg Agustina Setyaningrum, kepala medis dan perawat di RS Pelabuhan, menjelaskan, “Kegiatan ini bagian dari kegiatan sosial kami. Kami melihat kebutuhan darah di Kota Palembang masih tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi.”

Agustina menambahkan bahwa donor darah ini tidak hanya dilakukan saat Hari Ulang Tahun (HUT) RS. “Donor darah ini rutin dilakukan tidak hanya saat HUT. Tetapi, setiap tiga bulan sekali RS Pelabuhan bekerja sama dengan PMI mengadakan kegiatan donor darah.”

Dengan upaya bersama PMI, pemerintah kabupaten, dan rumah sakit, diharapkan stok darah di Palembang dapat menstabilkan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang masih ragu untuk mendonorkan darah. Kebutuhan darah yang tinggi menuntut kolaborasi lebih luas agar kota ini tidak lagi terhambat oleh kekurangan kantong darah di masa mendatang.

PalembangPMIdonor darahkekurangan darahstok darahjemput bolaPuskesmas

Komentar

Memuat komentar...