Kloter 12 Palembang Berangkat ke Jeddah, 2 Tidak Bisa Terbang

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Kloter 12 Palembang Berangkat ke Jeddah, 2 Tidak Bisa Terbang

Gambar atau konten salah?

Kloter 12 Embarkasi Palembang, yang menampung 439 jemaah, berangkat menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah pada 10 Mei 2026. Para peserta berasal dari Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Palembang. Dari total 441 jemaah yang sudah masuk asrama haji, dua orang tidak dapat terbang karena kondisi kesehatan. Suginem Slamet (59) dari Palembang dan Siti Anisah Mang Kayin (83) dari Empat Lawang harus menunda perjalanan.

Di tengah persiapan, M. Arkan Nurwahiddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumsel, mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan fisik. Ia menegaskan bahwa perjalanan ke Jeddah menandakan fase ibadah yang menuntut kesiapan ekstra. “Kami mengimbau para jemaah agar benar-benar menjaga kondisi fisik dan kesehatan. Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah‑ibadah sunnah yang sangat menguras fisik, seperti melakukan umrah sunnah berulang kali sebelum puncak haji,” ujarnya.

Arkan menambahkan bahwa jemaah harus memiliki strategi dalam beribadah agar tetap bugar saat hari Arafah. Ia menekankan pentingnya memilah prioritas ibadah di Tanah Suci. “Jaga fisik sebaik mungkin. Fokuskan energi kita untuk menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jangan sampai saat rukun wajib tersebut tiba, kondisi jemaah justru menurun karena kelelahan aktivitas sunnah,” kata beliau.

Dengan keberangkatan Kloter 12, total jemaah yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang mencapai 5.306 orang. Rinciannya: 4.187 orang berasal dari Sumsel, 1.071 orang dari Babel, dan 48 petugas kloter. Setelah mendarat di Jeddah, para jemaah akan langsung diarahkan menuju Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah wajib.

Keberangkatan ini menandai langkah penting bagi para jemaah yang akan menempuh perjalanan panjang ke Tanah Suci. Persiapan fisik dan mental menjadi kunci agar ibadah dapat dilakukan dengan lancar. Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah, koordinasi antara pihak berwenang dan peserta menjadi semakin penting.

Kloter 12JeddahKementerian Haji SumselKesehatan fisikUmrah sunnahArafahMina

Komentar

Memuat komentar...