Kurma Lokal Tumbuh di Riau, Indonesia Kurangi Impor

Rini S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 112 dibaca
Bisik.id
Kurma Lokal Tumbuh di Riau, Indonesia Kurangi Impor

Gambar atau konten salah?

Kurma dikenal di Indonesia sebagai buah yang identik dengan bulan Ramadan. Setiap tahun, kebutuhan buah ini dipenuhi melalui impor dari negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, dan Irak. Meski Indonesia mayoritas beragama Islam, ketergantungan pada impor membuat banyak orang bertanya: apakah kurma dapat ditanam dan berbuah di tanah air?

Jawabannya sudah ada. Sejak 01 Januari 2006, kurma mulai dibudidayakan di Indonesia dan kini tumbuh di berbagai daerah, termasuk Pasuruan dan Ponorogo di Jawa Timur. Pemerintah memberi dukungan melalui kebijakan komoditas binaan Ditjen Hortikultura, sebagaimana diatur dalam Permentan No. 151/Kpts/PD.310/9/2006. Kementerian Pertanian menyatakan bahwa tanaman tersebut dapat tumbuh di wilayah Nusa Tenggara Timur, sementara provinsi Riau dianggap paling cocok karena iklimnya menyerupai negara asal kurma.

Menurut Wahyudin Darmalaksana dalam bukunya *Hukum Islam Agroteknologi: Takhrij dan Syarah Hadis*, iklim tropis Indonesia dinilai cocok bagi pohon kurma karena tanaman ini mampu beradaptasi pada cuaca kering hingga sangat panas. Proses pertumbuhan, mulai dari penyerbukan hingga pembuahan, memang memerlukan periode panas yang panjang. Namun, ada catatan penting: di daerah dengan curah hujan tinggi, kurma biasanya tidak berbuah. Struktur tanah gembur dan berpasir yang mirip padang pasir justru membuat tanaman ini tumbuh lebat sepanjang tahun.

Di Indonesia, tidak semua varietas kurma cocok. Dua jenis yang berhasil berbuah lebat adalah KL-1 dan barhee. KL-1 berasal dari Thailand dan merupakan hasil persilangan kurma barhee dengan deglet noor. Salah satu kebun KL-1 berada di kebun penelitian dan pengembangan Indonesia Date Palm Association (IDPA) di Pekanbaru, Riau, dan berhasil berbuah tanpa rangsangan pada usia tiga tahun dari bibit biji. Sementara barhee berasal dari Irak dan memiliki ciri khas berbatang besar. Di Indonesia, varietas ini berhasil dikebunkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan 200 pohon yang sudah berbuah sejak 01 Januari 2017.

Berbagai varietas lain juga cocok ditanam di tanah air, seperti Ajwa, Medjool, Tunisia, Sukari, dan Safawi. Pemilihan varietas menjadi kunci, karena setiap jenis memiliki kebutuhan iklim dan tanah yang berbeda.

Bagaimana cara menanam kurma di Indonesia? Bibit dapat diperoleh melalui tiga cara: dari biji, anakan atau cabang, dan kultur jaringan. Teknik kultur jaringan dianggap paling unggul, meski harganya relatif lebih mahal. Tanaman ini tumbuh subur pada tanah gembur dan berpasir dengan jarak tanam ideal 6×6 meter hingga 8×8 meter per pohon. Beberapa petani menanamnya dalam pot. Pemupukan menggunakan kombinasi pupuk NPK dan organik dapat meningkatkan hasil panen, dan pengairan perlu diperhatikan terutama pada fase awal pertumbuhan.

Karena bunga jantan dan betina kurma berada pada pohon yang berbeda, penyerbukan harus dilakukan secara manual. Satu pohon jantan dapat menyerbuki 20 hingga 25 pohon betina. Perbandingan jantan dan betina yang disarankan adalah 1:10 atau 1:20. Langkah ini penting agar buah dapat terbentuk dengan baik.

Waktu panen kurma di Indonesia berbeda dengan negara asalnya. Di Indonesia, buah dipanen pada usia sekitar 150 hari dalam kondisi masih segar. Sedangkan di negara asalnya, kurma baru dipanen pada usia 200 hari dengan tekstur kering. Perbedaan ini disebabkan tingginya kelembapan udara di Indonesia; jika dibiarkan hingga 200 hari, buah akan membusuk dan tidak layak konsumsi.

Dengan dukungan kebijakan, pemahaman tentang iklim, dan pemilihan varietas yang tepat, kurma kini menjadi komoditas yang dapat diproduksi secara lokal. Ini mengurangi ketergantungan impor dan memberi peluang bagi petani Indonesia untuk menghasilkan buah yang selama ini hanya tersedia di pasar luar negeri. Perkembangan ini menunjukkan bahwa tanaman tropis dapat beradaptasi dengan baik di Indonesia, asalkan kondisi tanah, iklim, dan teknik budidaya dipertimbangkan secara cermat.

kurmaIndonesiaketergantungan imporvarietaskl-1barheepemupukan

Komentar

Memuat komentar...