Lagu Nasional Lengkap: Lirik & Penciptanya untuk Anak

Rudi H. · 8 min baca · 1 bulan lalu · 333 dibaca
Bisik.id
Lagu Nasional Lengkap: Lirik & Penciptanya untuk Anak

Gambar atau konten salah?

Palembang - Lagu wajib nasional sudah menjadi bagian penting dalam sejarah dan identitas bangsa Indonesia. Lagu-lagu ini tidak hanya dinyanyikan saat upacara, tetapi juga sarat dengan nilai perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air. Setiap lirik dalam lagu nasional menyimpan beragam makna mendalam tentang semangat kemerdekaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Hal inilah yang membuat lagu-lagu ini masih diajarkan di sekolah hingga sering dinyanyikan dalam berbagai momen penting.

Bagi detikers yang sedang mencari daftar lagu wajib nasional lengkap dengan lirik dan penciptanya, simak rangkumannya berikut ini.

  1. Indonesia Raya (Ciptaan: Wage Rudolf Supratman)

    Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh W. R. Supratman. Lagu ini dikumandangkan pertama kali dalam acara Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Lagu ini melambangkan persatuan bangsa dan menjadi simbol kedaulatan negara. Liriknya sangat mendalam berisi doa dan janji setia seluruh rakyat untuk menjaga keutuhan tanah air, membangun jiwa, serta raga demi menjaga kejayaan Indonesia.

    Indonesia tanah airku

    Tanah tumpah darahku

    Di sanalah aku berdiri

    Jadi pandu ibuku

    Indonesia kebangsaanku

    Bangsa dan tanah airku

    Marilah kita berseru

    Indonesia bersatu

    Hiduplah tanahku

    Hiduplah negriku

    Bangsaku, rakyatku, semuanya

    Bangunlah jiwanya

    Bangunlah badannya

    Untuk Indonesia raya

    Indonesia raya

    Merdeka, merdeka

    Tanahku, negriku yang kucinta

    Indonesia raya

    Merdeka, merdeka

    Hiduplah Indonesia raya

  2. Gugur Bunga (Ciptaan: Ismail Marzuki)

    Lagu Gugur Bunga atau yang dikenal juga dengan judul Gugur Bunga di Taman Bakti diciptakan Ismail Marzuki pada 1945. Lagu ini ditujukan kepada para tentara Indonesia yang gugur selama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia untuk menghormati jasa mereka. Sehingga tidak heran jika saat perayaan hari pahlawan, lagu ini sering dibawakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam medan pertempuran tersebut dalam upaya merebut kejayaan bangsa Indonesia.

    Betapa hatiku takkan pilu

    Telah gugur pahlawanku

    Betapa hatiku takkan sedih

    Hamba ditinggal sendiri

    Siapakah kini pelipur lara

    Nan setia dan perwira

    Siapakah kini pahlawan hati

    Pembela bangsa sejati

    Telah gugur pahlawanku

    Tunai sudah janji bakti

    Gugur satu tumbuh seribu

    Tanah air jaya sakti

    Gugur bungaku di taman bakti

    Di haribaan pertiwi

    Harum semerbak menambahkan sari

    Tanah air jaya sakti

  3. Berkibarlah Benderaku (Ciptaan: Ibu Soed)

    Lagu Berkibarlah Benderaku diciptakan oleh Ibu Soed atau Saridjah Niung. Beliau lebih dikenal Ibu Soed, setelah menikah dengan seorang pengusaha bernama Bintang Soedibjo.

    Berkibarlah benderaku

    Lambang suci gagah perwira

    Di seluruh pantai Indonesia

    Kau tetap pujaan bangsa

    Siapa berani menurunkan engkau

    Serentak rakyatmu membela

    Sang merah putih yang perwira

    Berkibarlah selama-lamanya

    Kami rakyat Indonesia

    Bersedia setiap masa

    Mencurahkan segala tenaga

    Supaya kau tetap cemerlang

    Tak gentar hatiku melawan rintangan

    Tak goyang jiwaku berkorban

    Sang merah putih yang perwira

    Berkibarlah selama-lamanya

  4. Bagimu Negeri (Ciptaan: Kusbini)

    Lagu Bagimu Negeri diciptakan Kusbini pada 1942. Sekitar 15 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, lagu ini baru ditetapkan sebagai lagu nasional. Lagu Bagimu Negeri mengandung imbauan dan ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa berjanji, berbakti, serta mengabdikan jiwa raganya bagi Indonesia. Lagu ini sangat sering dinyanyikan oleh anak-anak di sekolah sebagai penyerta dari lagu Indonesia Raya.

    Padamu negeri kami berjanji

    Padamu negeri kami berbakti

    Padamu negeri kami mengabdi

    Bagimu negeri jiwa raga kami

  5. Bangun Pemuda Pemudi (Ciptaan: Alfred Simanjuntak)

    Lagu Bangun Pemuda Pemudi diciptakan oleh Alfred Simanjuntak atau A. Simanjuntak. Semasa hidupnya, beliau aktif menciptakan lagu-lagu nasional juga lagu anak-anak, lagu rohani, dan lagu paduan suara.

    Bangun pemuda pemudi Indonesia

    Tangan bajumu singsingkan untuk negara

    Masa yang akan datang kewajibanmu lah

    Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

    Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

    Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas

    Tak usah banyak bicara terus kerja keras

    Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih

    Bertingkah laku halus hai putra negeri

    Bertingkah laku halus hai putra negeri

  6. Garuda Pancasila (Ciptaan: Sudharnoto)

    Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh Sudharnoto. Awalnya, ia menciptakan lagu ini dengan judul Mars Pancasila. Namun kemudian diganti judulnya menjadi Garuda Pancasila pada 1950‑an.

    Garuda pancasila

    Akulah pendukungmu

    Patriot proklamasi

    Sedia berkorban untukmu

    Pancasila dasar negara

    Rakyat adil makmur sentosa

    Pribadi bangsaku

    Ayo maju maju

    Ayo maju maju

    Ayo maju maju

    Garuda pancasila

    Akulah pendukungmu

    Patriot proklamasi

    Sedia berkorban untukmu

    Pancasila dasar negara

    Rakyat adil makmur sentosa

    Pribadi bangsaku

    Ayo maju maju

    Ayo maju maju

    Ayo maju maju

    Ayo maju maju

  7. Dari Sabang Sampai Merauke (Ciptaan: R. Soerarjo)

    Lirik lagu Dari Sabang Sampai Merauke pada mulanya adalah Dari Barat Sampai ke Timur. Namun, diganti atas masukan Presiden Soekarno yang terinspirasi dari ucapan perwira Belanda, Jenderal J. B. van Heutsz yaitu “Vom Sabang tot Merauke” saat memenangkan perang Aceh pada 1904.

    Dari Sabang sampai Merauke

    Berjajar pulau pulau

    Sambung menyambung menjadi satu

    Itulah Indonesia

    Indonesia tanah airku

    Aku berjanji padamu

    Menjunjung tanah airku

    Tanah airku Indonesia

  8. Hari Merdeka (Ciptaan: H. Mutahar)

    Lagu Hari Merdeka diciptakan oleh H. Mutahar atau Husein Mutahar. Lagu ini dikenal juga dengan nama lagu 17 Agustus 1945. Lagu ini berisi tentang kemerdekaan Indonesia yang berhasil diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Di sisi lain, lagu ini menggambarkan rakyat yang rela berjuang demi mempertahankan kemerdekaan Tanah Air.

    Tujuh belas Agustus tahun empat lima

    Itulah hari kemerdekaan kita

    Hari merdeka nusa dan bangsa

    Hari lahirnya bangsa Indonesia

    Merdeka

    Selama merdeka tetap merdeka

    Selama hayat masih dikandung badan

    Kita tetap setia tetap sedia

    Mempertahankan Indonesia

    Kita tetap setia tetap sedia

    Membela negara kita

  9. Halo-Halo Bandung (Ciptaan: Ismail Marzuki)

    Lagu Halo-Halo Bandung ditulis oleh Ismail Marzuki. Lagu ini diciptakan pada 1946 untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Maret 1946.

    Halo-halo Bandung

    Ibu kota Periangan

    Halo-halo Bandung

    Kota kenang-kenangan

    Sudah lama beta

    Tidak berjumpa dengan kau

    Sekarang telah menjadi lautan api

    Mari bung rebut kembali

  10. Hymne Guru (Ciptaan: Sartono)

    Lagu Hymne Guru diciptakan oleh Sartono. Lagu ini dipersembahkan sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap jasa guru yang telah mendidik siswa‑siswa menjadi generasi penerus bangsa yang baik.

    Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru

    Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku

    Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

    Sebagai prasasti terima kasihku

    Tuk pengabdianmu

    Engkau sebagai pelita, dalam kegelapan

    Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

    Engkau patriot pahlawan bangsa

    Tanpa tanda jasa

  11. Ibu Kita Kartini (Ciptaan: Wage Rudolf Supratman)

    Lagu Ibu Kita Kartini diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman atau W. R. Supratman. Lagu ini dibuat untuk mengenang jasa pahlawan wanita Indonesia yaitu Kartini yang berjuang dalam mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan agar memperoleh hak dan kecakapan yang setara.

    Ibu kita kartini

    Putri sejati

    Putri Indonesia

    Harum namanya

    Ibu kita kartini

    Pendekar bangsa

    Pendekar kaumnya

    Untuk merdeka

    Wahai ibu kita kartini

    Putri yang mulia

    Sungguh besar cita-citanya

    Bagi Indonesia

    Ibu kita kartini

    Putri jauh hari

    Putri yang berjasa

    Se Indonesia

    Wahai ibu kita kartini

    Putri yang mulia

    Sungguh besar cita-citanya

    Bagi Indonesia

  12. Ibu Pertiwi (Ciptaan: Ismail Marzuki)

    Lagu Ibu Pertiwi diciptakan oleh Ismail Marzuki. Lagu ini sebagai bentuk rasa cinta rakyat terhadap Tanah Air Indonesia.

    Kulihat ibu pertiwi

    Sedang bersusah hati

    Air matanya berlinang

    Emas intannya terkenang

    Hutan, gunung, sawah, lautan

    Simpanan kekayaan

    Kini ibu sedang lara

    Merintih dan berdoa

    Kulihat ibu pertiwi

    Kami datang berbakti

    Lihatlah, putra‑putrimu

    Menggembirakan ibu

    Ibu, kami tetap cinta

    Putramu yang setia

    Menjaga harta pusaka

    Untuk nusa dan bangsa

  13. Indonesia Pusaka (Ciptaan: Ismail Marzuki)

    Lagu ini memiliki makna sebagai refleksi jiwa atas kecintaan seseorang terhadap Indonesia. Di sisi lain, lagu ini berisi harapan agar Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

    Indonesia tanah air beta

    Pusaka abadi nan jaya

    Indonesia sejak dulu kala

    Terpadu dipuja‑piju bangsa

    Di sana tempat lahir beta

    Dibuai dibesarkan bunda

    Tempat berlindung di hari tua

    Tempat akhir menutup mata

    Sungguh indah tanah air beta

    Tiada bandingnya di dunia

    Karya indah Tuhan Maha Kuasa

    Untuk bangsa yang memujanya

    Indonesia ibu pertiwi

    Kau kupuja, kau kukasihi

    Tenagaku bahkan pun jiwaku

    Kepadamu rela kuberi

  14. Maju Tak Gentar (Ciptaan: Cornel Simanjuntak)

    Lagu Maju Tak Gentar diciptakan oleh Cornel Simanjuntak atau lebih dikenal dengan C. Simanjuntak. Lagu ini menggambarkan rasa semangat untuk terus memperjuangkan Tanah Air.

    Maju tak gentar

    Membela yang benar

    Maju tak gentar

    Hak kita diserang

    Maju tak gentar

    Tentu kita menang

    Bergerak, bergerak

    Serentak, serentak

    Menerkam, menerjang, terjang

    Tak gentar, tak gentar

    Menyerang, menyerang

    Majulah, majulah, menang

  15. Mengheningkan Cipta (Ciptaan: Truno Prawit)

    Lagu ini dimaknai sebagai penghormatan kepada para pahlawan dan sebagai ungkapan rasa syukur. Sebagai rakyat Indonesia penting bagi kita untuk mengenang jasa‑jasa para pahlawan yang rela berkorban demi memperjuangkan Tanah Air. Di sisi lain, lagu ini juga bermakna akan rasa bersyukur kepada Tuhan atas Indonesia yang sudah merdeka sehingga kita bisa hidup tenang saat ini.

    Dengar seluruh angkasa raya memuji

    Pahlawan negara

    Nan gugur remaja di ribaan bendera

    Bela nusa bangsa

    Kau kukenang wahai bunga putra bangsa

    Harga jasa

    Kau cahya pelita

    Bagi Indonesia merdeka

  16. Nyiur Hijau (Ciptaan: Raden Maladi)

    Lagu Nyiur Hijau diciptakan oleh Raden Maladi. Lagu ini menggambarkan kondisi alam Indonesia yang kaya lagi makmur.

    Nyiur hijau di tepi pantai

    Siar siur daunnya melambai

    Padi mengembang kuning merayu

    Burung‑burung bernyanyi gembira

    Tanah airku tumpah darahku

    Tanah yang subur kaya makmur

    Tanah airku tumpah darahku

    Tanah yang indah permai nyata

  17. Rayuan Pulau Kelapa (Ciptaan: Ismail Marzuki)

    Lagu Rayuan Pulau Kelapa diciptakan oleh Ismail Marzuki pada 1944. Lagu ini menggambarkan perasaan bangga dan cinta menjadi rakyat Indonesia. Di samping itu, liriknya mengisyaratkan bentuk kekaguman, apresiasi, serta harapan agar keelokan negeri ini tetap terjaga.

    Tanah airku Indonesia

    Negeri elok amatku cinta

    Tanah tumpah darahku yang mulia

    Yang ku puja sepanjang masa

    Tanah Airku aman dan makmur

    Pulau kelapa yang amat subur

    Pulau melati pujaan Bangsa

    Sejak dulu kala

    Melambai‑lambai nyiur di pantai

    Berbisik‑bisik raja kelana

    Menghormati pulau nan indah permai

    Tanah airku Indonesia

  18. Satu Nusa Satu Bangsa (Ciptaan: Liberty Manik)

    Lagu Satu Nusa Satu Bangsa diciptakan oleh Liberty Manik atau lebih dikenal dengan L. Manik. Lagu ini dibuat pada 1947 dan berisi tentang kesatuan dan persatuan.

    Satu nusa

    Satu bangsa

    Satu bahasa kita

    Tanah air

    Pasti jaya

    Untuk Selama‑lamanya

    Indonesia pusaka

    Indonesia tercinta

    Nusa bangsa

    Dan Bahasa

    Kita bela bersama

  19. Syukur (Ciptaan: Husein Mutahar)

    Lagu Syukur diciptakan oleh Husein Mutahar atau H. Mutahar. Lagu ini berisi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas Indonesia yang telah merdeka. Syukur merupakan satu dari sekian banyak lagu yang telah H. Mutahar buat, di mana sebagian besar lagunya bertema perjuangan dan lagu anak‑anak.

    Dari yakin 'ku teguh

    Hati ikhlas 'ku penuh

    Akan karunia-Mu

    Tanah air pusaka

    Indonesia merdeka

    Syukur aku sembahkan

    Kehadirat-Mu Tuhan

    Dari yakin 'ku teguh

    Cinta ikhlas 'ku penuh

    Akan jasa usaha

    Pahlawanku yang baka

    Indonesia merdeka

    Syukur aku hunjukkan

    Ke bawah duli tuan

    Dari yakin 'ku teguh

    Bakti ikhlas 'ku penuh

    Akan azas rukunmu

    Pandu bangsa yang nyata

    Indonesia merdeka

    Syukur aku hunjukkan

    Kehadapanmu tuan

  20. Tanah Airku (Ciptaan: Ibu Soed)

    Lagu Tanah Airku diciptakan oleh Ibu Soed. Lagu ini sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia yang mana meski seseorang jauh dari negaranya tapi ia tetap akan mengingat dan merindukan Tanah Airnya.

    Tanah airku tidak kulupakan

    Kan terkenang selama hidupku

    Biarpun saya pergi jauh

    Tidak 'kan hilang dari kalbu

    Tanahku yang kucintai

    Engkau kuhargai

    Walaupun banyak negeri kujalani

    Yang masyhur permai dikata orang

    Namun kampung dan rumahku

    Di sanalah 'ku rasa senang

    Tanahku tak kulupakan

    Engkau kubanggakan

  21. Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda‑beda, tetap satu) (Ciptaan: Binsar Sitompul dan A. Thalib)

    Melansir dari laman Sumber Belajar Kemdikbud dijelaskan pengertian Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia Garuda Pancasila. Istilah Bhinneka Tunggal Ika diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular yang dikarang pada abad ke‑14. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika apabila diterjemahkan kata demi kata maka, kata Bhinneka artinya ‘beraneka ragam’, kata Tunggal artinya ‘satu’, dan kata Ika artinya ‘itu’. Sehingga Bhinneka Tunggal Ika berarti ‘beraneka ragam itu satu’ atau arti Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda‑beda tetapi tetap satu juga. Lagu Bhinneka Tunggal Ika, dimainkan dengan tempo Maestoso dalam 4/4 kali.

    Bhinneka tunggal ika

    Lambang negara kita

    Republik Indonesia

    Beribu pulaunya

    Berjuta rakyatnya

    Namun satu citanya

    Bhinneka tunggal ika

    Ikrar kita bersama

    Kita bina selama

    Persatuan bangsa

    Kesatuan jiwa

    Indonesia bahagia

  22. Bendera Merah Putih (Ciptaan: Ibu Soed)

    Lagu berjudul Bendera Merah Putih adalah salah satu lagu nasional ciptaan Ibu Soed, yang menggambarkan nilai keberanian dan kesucian Indonesia. Lagu ini mampu merangkum nilai‑nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme dari rakyat Indonesia.

    Bendera merah putih

    Bendera tanah airku

    Gagah dan jernih tampak warnamu

    Berkibarlah di langit yang biru

    Bendera merah putih

    Bendera bangsaku

    Bendera merah putih

    Pelambang brani dan suci

    Siap selalu kami berbak

Lagu NasionalIndonesia RayaIsmail MarzukiBhinneka Tunggal IkaBendera Merah PutihKemerdekaanPahlawan

Komentar

Memuat komentar...