Lampung Kirim Tapioka Pertama ke China, Hilirisasi Singkong
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Provinsi Lampung baru saja mengirimkan ekspor tapioka pertama ke China. Total 3.330 ton produk singkong ini menandai langkah awal hilirisasi komoditas singkong yang selama ini hanya diproduksi mentah.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa Lampung masih menjadi penyumbang utama produksi tapioka di Indonesia, dengan porsi sekitar 70 persen dari total nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekosistem singkong untuk mendukung petani.
"Kita ingin transformasi dari komoditas mentah menjadi produk industri yang punya daya saing global. Industri harus tumbuh agar bisa menyerap hasil panen petani dengan harga yang layak," kata Mirza dalam keterangan pada Selasa, 6 Mei 2026.
Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan regulasi melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Regulasi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan perlindungan harga bagi petani.
Pemerintah juga menggagas pembangunan National Cassava Center bekerja sama dengan Universitas Lampung. Pusat riset ini akan fokus pada pengembangan bibit unggul dengan kadar aci tinggi serta alat mesin pertanian (alsintan) khusus singkong guna menekan biaya produksi.
Plt Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, menyatakan bahwa ekspor tapioka Lampung menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, volume ekspor telah mencapai 10.000 ton.
"Angka ini mendekati 50 persen dari total ekspor tahun 2025 yang mencapai 22.500 ton dengan nilai sekitar Rp 130 miliar," ujarnya. Panca menegaskan bahwa produk tapioka asal Lampung telah memenuhi standar pasar internasional, dan pihaknya terus melakukan pengawasan serta sertifikasi karantina.
CEO PT Intan Grup, Jeremy Gozal, menilai ekspor ke China menjadi pintu awal ekspansi pasar global. Ia juga mencatat permintaan dari negara lain seperti Korea Selatan dan Bangladesh mulai terlihat.
Eksport perdana ini diharapkan menjadi momentum bagi Lampung untuk memperkuat posisi sebagai eksportir produk turunan singkong. Selain itu, langkah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Dengan inisiatif ini, Lampung menunjukkan komitmen nyata terhadap hilirisasi singkong dan kesejahteraan petani, sekaligus menempatkan diri di panggung pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
