Makam Buyut Lebai: Warisan Islam di Kampung Loloan, Bali

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Makam Buyut Lebai: Warisan Islam di Kampung Loloan, Bali

Gambar atau konten salah?

Makam Buyut Lebai terletak di Jalan Gunung Agung, Kampung Loloan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali. Makam ini telah diakui sebagai cagar budaya dan sering dikunjungi umat pada waktu tertentu.

Buyut Lebai, yang dikenal dengan nama Datuk Dawam Sirojuddin, lahir pada tahun 1619 di Malaysia. Pada tahun 1669, ia tiba di Jembrana dan mulai berdakwah kepada semua lapisan masyarakat, mulai dari yang sederhana hingga penguasa lokal. Hubungan baik antara Buyut Lebai dan penguasa setempat membantu menyebarkan Islam di wilayah itu.

Buyut Lebai wafat pada tahun 1744. Jasadnya dikubur di atas tanah pekarangan pribadinya di Jalan Gunung Agung. Makam ini menjadi tempat ziarah bagi peziarah dari dalam dan luar Bali, dan sering dikaitkan dengan rangkaian ziarah Wali Pitu di pulau ini.

Konsep Wali Pitu masih diperdebatkan, namun makam ini tetap menjadi daya tarik wisata religi. Beberapa orang membandingkannya dengan Wali Songo di Jawa, meski perbedaan konteksnya cukup jelas.

Selain Buyut Lebai, Ustaz Ali Bafaqih juga memiliki makam di Loloan. Ia wafat pada 27 Februari 1997 pada usia 107 tahun. Makam kedua ini menambah nilai sejarah Islam di kampung tersebut.

Kampung Loloan menjadi salah satu pemukiman Muslim terbesar di Bali. Penduduknya mayoritas berasal dari suku Bugis, Melayu, dan Jawa. Arsitektur rumah di kampung ini biasanya bergaya panggung, berbeda dengan rumah tradisional Bali. Masjid Baitul Qodim berfungsi sebagai pusat keagamaan, menyimpan artefak seperti Al-Quran tua, kerekan timba sumur, dan mimbar berusia ratusan tahun.

Secara keseluruhan, Makam Buyut Lebai dan Ustaz Ali Bafaqih menandai sejarah penyebaran Islam di Jembrana. Kampung Loloan, dengan arsitektur khas dan pusat keagamaan masjid, tetap menjadi tempat penting bagi umat Muslim di Bali.

Makam Buyut LebaiKampung LoloanJembranaIslamWali PituBugisMelayuMasjid Baitul Qodim

Komentar

Memuat komentar...