Ngadiono Selamat, Luka 50% Dipindah RS Bhayangkara Palembang

Rudi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Ngadiono Selamat, Luka 50% Dipindah RS Bhayangkara Palembang

Gambar atau konten salah?

Ngadiono (44) selamat dari kecelakaan maut bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Ia mengalami luka bakar hampir 50 persen di seluruh tubuhnya. Setelah dirawat sementara di RSUD Rupit, ia dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk perawatan intensif.

Di Pati, Jawa Tengah, Ngadiono tiba di rumah sakit menggunakan ambulans pada 8 Mei 2026 sekitar pukul 11.46 WIB. Sebelumnya, ia sudah ditempatkan di RSUD Rupit setelah kecelakaan. Transportasi ke Palembang dilakukan lewat helikopter pada pukul 09.00 WIB, lalu diantar ke rumah sakit dengan ambulans.

Setibanya di RS Bhayangkara, kondisi Ngadiono terlihat lemah. Petugas medis segera memindahkannya ke ruang penanganan untuk perawatan lebih lanjut. Luka bakarnya menutupi hampir seluruh bagian tubuh, menandakan tingkat keparahan yang tinggi.

Suasana di halaman rumah sakit terasa sangat haru. Adik ibu Ngadiono, yang menunggu sejak pagi, menangis ketika melihat kondisi sang korban. Keluarga terlihat sangat khawatir, sementara staf medis bekerja dengan cepat dan terfokus.

Menurut Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, saat ini ada tiga korban selamat yang sebelumnya dirawat di RSUD Rupit dan dirujuk ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. Ia berkata, “Sudah kami sampaikan bahwa ada tiga korban hidup yang saat ini dirawat di RSUD Rupit yang akan dirujuk ke RS Bhayangkara.”

Budi menjelaskan proses evakuasi korban melalui jalur udara maupun darat. Ia menanyakan, “Kenapa ada yang dievakuasi melalui jalur udara dan darat, yang pertama apakah kondisi pasien cukup transportable untuk dipindahkan?” Ia menambahkan, “Alasannya karena pasien memerlukan perawatan dan pengobatan yang lebih lanjut dan RS Bhayangkara siap menjadi rumah sakit rujukan.”

Pasien luka bakar memiliki risiko tinggi mengalami infeksi pasca kejadian. Budi menegaskan, “Pasien luka bakar memiliki risiko tinggi mengalami infeksi pasca kejadian sehingga membutuhkan penanganan khusus.” Ia juga menyebutkan, “Pada kasus-kasus luka bakar yang ditakutkan adalah pasca tindakan atau kejadian itu akan mengakibatkan infeksi dan hal-hal yang lebih fatal lagi.”

Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang terus melakukan proses identifikasi korban meninggal dunia. Beberapa korban masih menjalani perawatan, dan upaya identifikasi berlangsung tanpa henti.

Keseluruhan situasi menunjukkan betapa kompleksnya penanganan korban luka bakar berat. Perpaduan evakuasi udara dan darat, serta kesiapan rumah sakit rujukan, menjadi kunci dalam upaya menyelamatkan nyawa dan meminimalkan risiko infeksi. Penanganan intensif di RS Bhayangkara diharapkan dapat memberikan harapan bagi korban dan keluarga mereka.

Ngadionobus ALSluka bakarRS Bhayangkaraevakuasi udaraRSUD Rupitinfeksi

Komentar

Memuat komentar...