OJK, BEI, KSEI Selesaikan Empat Inisiatif Reformasi Pasar Modal
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyelesaikan empat inisiatif reformasi pasar modal. Langkah ini merupakan bagian dari delapan rencana aksi yang bertujuan memperkuat integritas pasar, meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global, serta memenuhi permintaan penyedia indeks seperti MSCI.
Empat agenda utama meliputi: pertama, pembukaan data kepemilikan saham di atas 1% kepada publik; kedua, peningkatan batas minimum free float menjadi 15% melalui penyesuaian Peraturan Bursa Nomor I-A dan Surat Edarannya; ketiga, penguatan granularitas data investor oleh KSEI menjadi 39 klasifikasi; dan keempat, pengungkapan data kepemilikan saham terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC). BEI juga telah membuka data kepemilikan saham di atas 1%.
Data yang disediakan mencakup struktur kepemilikan saham, identitas pemegang saham, jumlah kepemilikan, status sebagai pengendali atau afiliasi, serta pemilik manfaat. Semua informasi ini dapat diakses publik melalui halaman pengumuman di situs web BEI.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa kebijakan ini juga mencakup redefinisi konsep free float dan penguatan klasifikasi saham, termasuk dalam proses IPO. Ia menambahkan, Masa transisi ditetapkan bagi Perusahaan Tercatat guna memitigasi potensi tekanan jangka pendek terhadap harga saham dan likuiditas pasar, Selasa, 5 Mei 2026. “Ambang batas kepemilikan sebesar 5% diimplementasikan sesuai dengan standar global. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas sekaligus menarik lebih banyak investor,” ujarnya.
BEI juga memperkuat transparansi pasar dengan memperluas klasifikasi investor menjadi 39 klasifikasi dan tipe. Langkah ini diharapkan dapat memberi gambaran detail mengenai komposisi investor. Informasi ini dapat diakses publik melalui halaman pengumuman di website BEI.
Untuk HSC, BEI mengadopsi konsep serupa dari Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX). Pengumuman HSC mencakup informasi mengenai saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi pada sejumlah kecil pihak. Informasi saham yang terindikasi HSC dipublikasikan melalui laman BEI pada halaman pengumuman. “Transparansi data kepemilikan saham di atas 1% dan pengungkapan HSC akan meningkatkan kualitas informasi pasar sekaligus membantu investor dalam memahami struktur kepemilikan suatu perusahaan tercatat secara lebih komprehensif,” jelasnya.
Ke depan, BEI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi dengan fokus pada penguatan transparansi, likuiditas, serta penyempurnaan struktur pasar. Teranyar, BEI juga telah membuka kanal komunikasi untuk mempermudah akses informasi dan konsultasi bagi seluruh pelaku pasar melalui email ke [email protected].
Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menilai percepatan reformasi pasar modal yang dilakukan BEI menjadi langkah positif untuk meningkatkan integritas pasar modal. Menurutnya, kebijakan ini relevan dalam merespons ekspektasi investor global. “Ini sangat baik untuk meningkatkan integritas pasar modal kita. Langkah ini juga memenuhi permintaan MSCI dan meningkatkan kelas transparansi pasar modal Indonesia,” katanya.
Hans menekankan pentingnya komunikasi regulator dengan penyedia indeks global dalam menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, pembukaan data kepemilikan saham dan penguatan data investor membuat pasar lebih transparan. “Peningkatan free float akan menambah supply saham di pasar, sehingga likuiditas berpotensi meningkat,” pungkasnya.
Reformasi ini diharapkan menambah kualitas informasi bagi investor, memperkuat kepercayaan, dan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kompetitif di pasar modal global. Dengan data yang lebih terbuka dan regulasi yang lebih jelas, pasar modal Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi asing dan meningkatkan likuiditas bagi perusahaan tercatat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
