OJK Selidiki Emiten Diduga Manipulasi Pasar Saham Sering
Gambar atau konten salah?
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan bahwa OJK sedang meneliti emiten yang diduga melakukan manipulasi pasar atau goreng saham. Ia mengungkapkan hal ini setelah DPR RI menyoroti satu emiten yang mengalami kenaikan harga signifikan.
Hasan tidak menyebut nama perusahaan tercatat yang terlibat. Ia hanya menegaskan bahwa OJK akan segera mengumumkan hasil penyelidikan. “Intinya kan karakteristiknya lah. Ada saham yang katakanlah terindikasi terjadi manipulasi pasar, salah satu indikasi utama tentu naik secara cepat tanpa ada alasan atau sebaliknya gitu ya. Tiba‑tiba setelah naik di puncak, kemudian turun tanpa alasan, ya itu ada indikasi awal. Ya tentu kami tidak akan diam,” ungkapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (01 April 2026).
Hasan menekankan bahwa OJK tidak segan menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan goreng saham. Saat ini, beberapa pihak sudah dikenai denda karena pelanggaran di pasar modal. “Tentu kalau dilihat, fenomena atau karakteristiknya kurang lebih kan mencerminkan apa yang menjadi concern dari bapak/ibu pimpinan dan anggota Komisi XI tadi, kami tentu tidak akan ragu untuk kemudian melakukan pengenaan sanksi dan penindakan hukum,” jelasnya.
Penindakan di pasar modal dilakukan sesuai peraturan perundang‑undangan yang mencakup manipulasi harga, penyampaian informasi tidak berdasar, dan penipuan. Penyidikan dilakukan secara bertahap hingga penetapan sanksi. “Sudah (ada emiten yang terindikasi). Kalau ini kan, kemarin saja hasil dari indikasi yang seperti itu juga, tapi kan bertahap. Begitu selesai pemeriksaannya, kami sudah mendapat bukti yang cukup. Lalu dasar pasal dan pelanggarannya sudah bisa dibuktikan. Baru kemudian di ujung akan kita lakukan pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.
Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Marcus Mekeng, menyoroti temuan saham yang harganya naik signifikan. Ia mengingatkan bahwa praktik free float pada IPO biasanya hanya menyediakan 2% dari total 15% yang sebagian besar dipegang oleh pengusaha. Melalui praktik ini, emiten dapat melakukan manipulasi harga atau goreng saham, seringkali bekerja sama dengan sekuritas yang berperan sebagai underwriter.
Mekeng menyebutkan satu emiten yang mengalami kenaikan harga saham signifikan sejak IPO. “Ada perusahaan yang dia baru go public Rp 200, terus naik lagi jadi Rp 8.000 dalam waktu 2‑3 bulan. Nah, ini saya mau tanya, pasti bapak‑bapak dan ibu‑ibu di OJK sudah tahu, perusahaannya siapa itu? Nah, ini perusahaan ini bagaimana? Ini nggak masuk akal, tiga bulan harga Rp 200 jadi Rp 8.000,” ungkapnya dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (01 April 2026).
OJK menegaskan bahwa setiap indikasi manipulasi pasar akan ditindaklanjuti. Penyelidikan dilakukan secara bertahap, dengan bukti yang cukup sebelum sanksi dijatuhkan. OJK juga menegaskan bahwa denda sudah dijatuhkan kepada beberapa pihak yang terbukti melanggar. Hal ini menunjukkan bahwa OJK serius dalam menjaga integritas pasar modal.
Kesimpulannya, OJK sedang meneliti emiten yang diduga melakukan goreng saham, dan akan segera mengumumkan hasilnya. OJK tidak segan menjatuhkan sanksi, dan proses penyidikan dilakukan secara bertahap. DPR RI, melalui Komisi XI, menyoroti masalah free float dan praktik manipulasi harga. Semua pihak di pasar modal diingatkan bahwa pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai hukum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
