OJK Siapkan Badan Baru untuk Instrumen Keuangan Hybrid
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membentuk badan baru untuk mengelola dan mengembangkan instrumen keuangan. Badan tersebut memungkinkan peluncuran produk keuangan bersifat hybrid dengan pengawasan lintas sektor, seperti otoritas fiskal, moneter, hingga OJK.
Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan rencana pembentukan badan ini telah dikoordinasikan dengan seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lainnya, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Ada keinginan kuat kami juga untuk mendorong, menyegerakan, dimunculkannya badan pengelolaan instrumen keuangan dan pengembangan instrumen keuangan yang nanti akan bersama-sama melihat potensi menghadirkan kemungkinan produk‑produk yang sifatnya hybrid yang bisa dilakukan pengawasan pengaturannya multi‑authority,” ungkap Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia mengatakan, pembentukan badan baru ini sejalan dengan amanat Undang‑Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Pihaknya tengah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembentukan badan tersebut.
Hasan mengatakan, KSSK juga telah menyepakati masing-masing anggotanya untuk mengelola dan mengembangkan instrumen keuangan. Artinya, pengembangan instrumen keuangan dapat dilakukan tanpa harus menunggu badan pengelolaan dan pengembangan resmi diluncurkan.
“Kami sudah bersepakat, OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan LPS akan juga memiliki stream di luar konteks KSSK untuk melakukan pengembangan dan pengelolaan instrumen keuangan yang memungkinkan dihadirkan,” jelasnya.
Hasan menambahkan, pembentukan badan ditargetkan rampung tahun ini. Ia mengatakan, badan ini mencakup seluruh instrumen keuangan, termasuk aset kripto. Pihaknya juga akan melibatkan perwakilan industri untuk pembentukan badan tersebut.
“Jadi, semua instrumen keuangan yang memiliki potensi pengembangan tidak secara sektoral di satu otoritas lembaga, akan kami masukkan dalam agenda badan pengembangan dimaksudkan,” pungkasnya.
OJK berencana membentuk badan baru untuk mengelola dan mengembangkan instrumen keuangan. Badan ini akan memungkinkan peluncuran produk keuangan bersifat hybrid dengan pengawasan lintas sektor, melibatkan OJK, Kemenkeu, BI, LPS, dan industri. Prosesnya akan diselesaikan tahun ini, mencakup aset kripto dan produk hybrid.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
