OJK Targetkan Peningkatan Asuransi Kesehatan Komersial ke 25%

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
OJK Targetkan Peningkatan Asuransi Kesehatan Komersial ke 25%

Gambar atau konten salah?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi asuransi kesehatan komersial untuk pembiayaan kesehatan meningkat menjadi 20‑25% dalam 5 tahun ke depan. Saat ini, asuransi kesehatan komersial hanya menyumbang sekitar 5% dari total pengeluaran kesehatan nasional.

Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, menyatakan pada Selasa, 02 Juni 2026 bahwa asuransi harus melakukan perbaikan‑perbaikan sehingga terjadi migrasi dari out of pocket (biaya mandiri tanpa asuransi) yang besar sekali ke dalam asuransi‑asuransi. Diharapkan sekarang baru 5% asuransi komersial itu diharapkan akan menjadi 20‑25% di 5 tahun ke depan, kata Ogi.

Menurut data Kementerian Kesehatan, biaya kesehatan nasional bisa mencapai Rp 650 triliun per tahun. Mayoritas dari jumlah tersebut dibayar melalui program jaminan sosial pemerintah, BPJS Kesehatan. Namun, sekitar 28,8% pengeluaran kesehatan masuk kategori out of pocket atau dibayar langsung oleh masyarakat tanpa menggunakan asuransi, setara dengan Rp 180 triliun.

Ogi menjelaskan: “Jadi kesehatan di Indonesia itu setahun menurut data dari Kementerian Kesehatan itu kurang lebih ada Rp 650 triliun biaya kesehatan nasional. Yang paling besar itu adalah dari program kesehatan pemerintah melalui BPJS,” sambungnya. Ia menambahkan: “Tapi yang menarik, ada sekitar 28,8% itu termasuk dalam kategori out of pocket. Artinya masyarakat Indonesia tidak menggunakan asuransi atau program kesehatan untuk biaya kesehatannya. Jadi mereka bayar langsung, dan itu nilainya kurang lebih Rp 180 triliun,”.

Berlandaskan data tersebut, OJK mendorong perbaikan ekosistem industri asuransi kesehatan di Indonesia. Harapannya, terjadi migrasi pembiayaan kesehatan dari pembayaran langsung oleh masyarakat ke skema perlindungan asuransi, sehingga beban out of pocket dapat berkurang secara signifikan.

Ogi menekankan bahwa perbaikan ini akan memerlukan kolaborasi antara regulator, penyedia asuransi, dan pihak pemerintah. Dengan langkah-langkah tersebut, OJK berharap porsi asuransi kesehatan komersial dapat naik dari 5% menjadi 20‑25% dalam 5 tahun ke depan.

Secara keseluruhan, upaya OJK menargetkan peningkatan peran asuransi kesehatan komersial bertujuan mengurangi beban out of pocket yang masih tinggi, sekaligus memperkuat sistem kesehatan nasional melalui perlindungan asuransi yang lebih merata.

OJKasuransi kesehatan komersialout-of-pocketBPJS Kesehatantarget 20‑25%biaya kesehatan nasionalOgi Prastomiyono

Komentar

Memuat komentar...