OJK Tegakkan Pengawasan 16 Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegakkan pengawasan ketat terhadap 16 perusahaan asuransi, reasuransi, dan dana pensiun (dapen). Pengawasan ini diambil sebagai tindak lanjut hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada 05 Mei 2026.
Di sela‑sela rapat, Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, menjelaskan bahwa pengawasan khusus difokuskan pada delapan perusahaan asuransi dan reasuransi. Delapan lainnya merupakan dana pensiun.
“OJK saat ini juga melakukan pengawasan khusus terhadap delapan perusahaan asuransi dan reasuransi, serta delapan dana pensiun sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan pelindungan konsumen di sektor PPDB,” ungkap Ogi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual pada 05 Mei 2026.
Ogi menambahkan bahwa sebagian besar perusahaan asuransi dan reasuransi telah memenuhi ketentuan modal atau ekuitas pada tahap I 2026. Menurut data, 116 perusahaan dari total 144 perusahaan asuransi dan reasuransi—sekitar 80,56 %—telah memenuhi ketentuan jumlah minimum ekuitas yang dipersyaratkan.
Hingga 31 Maret 2026, total aset industri asuransi mencapai Rp 1 195 triliun, naik 4,38 % secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh asuransi komersil, yang mencatat aset sebesar Rp 977,53 triliun, tumbuh 5,64 %.
Untuk pendapatan premi, asuransi komersil hingga 28 Februari 2026 tumbuh 0,74 % menjadi Rp 88,3 triliun. Angka ini meliputi pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp 47,12 triliun dan premi asuransi umum serta reasuransi sebesar Rp 41,24 triliun, yang tumbuh 1,77 %.
Di sisi neraca, permodalan asuransi jiwa dan umum masih berada di atas agregat Risk‑Based Capital (RBC). Nilai permodalan masing‑masing mencapai 474 % dan 316 %, sementara ambang batas RBC saat ini berada di 120 %.
Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan asuransi di Indonesia sudah menyesuaikan modal mereka sesuai regulasi, dan pasar asuransi terus menunjukkan pertumbuhan aset serta premi yang stabil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz