OJK Terapkan Buyback Tanpa RUPS, Jaga Stabilitas Pasar
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menerapkan kebijakan untuk menstabilkan pasar modal setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah. Hal ini terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menghapus 18 saham asal Indonesia dari indeksnya.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan upaya menjaga stabilitas. Salah satu kebijakan adalah buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Saat ini berbagai kebijakan stabilisasi yang telah diterapkan sebelumnya ini masih tetap diberlakukan, misalnya izin untuk melakukan buyback saham dari para emiten tanpa pelaksanaan RUPS. Ini silakan dimanfaatkan,” kata Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu 13 Mei 2026.
OJK juga memperpanjang penundaan penerapan skema short selling hingga 01 September 2026. Langkah ini bertujuan menghindari reaksi berlebihan investor di tengah dinamika pasar.
Selanjutnya, batas penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham akan diberlakukan secara bertahap. “Jadi, nanti akan ada secara berjenjang upaya cooling down seandainya terjadi penurunan yang signifikan, tapi alhamdulillah per hari ini rasanya tingkat penurunannya tidak signifikan. Jadi, ada di angka sekitar 1 sampai 1,5% tadi,” jelasnya.
OJK juga menetapkan batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15%. Batas auto rejection atas (ARA) ditetapkan secara tiering sesuai harga masing-masing saham. “Jadi, ini juga masih berlaku saat ini dan akan tetap kita lanjutkan. Tentu ini akan kita evaluasi terus dan sekali lagi kami akan tentu hadir memberikan berbagai respons kebijakan dalam hal diperlukan,” pungkasnya.
Dengan kebijakan ini, OJK berusaha menanggulangi potensi penurunan indeks yang signifikan dan menjaga kestabilan pasar modal di tengah ketidakpastian ekonomi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
