OJK Usulkan Insentif Pajak Emiten Leningkat Free Float 15%
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengusulkan kebijakan insentif bagi perusahaan yang mencapai batas minimal free float sebesar 15 %. Tujuannya agar lebih banyak emiten meningkatkan likuiditas saham dan memperdalam pasar modal domestik.
Menurut Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, skema insentif harus bertingkat. Setiap peningkatan proporsi saham publik akan mendapatkan pengurangan pajak.
Hasan menekankan bahwa insentif tersebut akan memotivasi perusahaan untuk membuka lebih banyak saham bagi publik. Ia berharap kebijakan ini menambah keberpihakan pemerintah terhadap perusahaan tercatat di bursa.
"Kita harapkan nanti ada tiering gitu ya, tingkatan pemberian insentif bagi emiten yang meningkatkan angka free float kepemilikan di publik yang sekarang sudah ada. Tapi saya ke depan kita harapkan ada bentuk keberpihakan dan komitmen untuk mendorong lebih banyak lagi perusahaan terbaik kita tercatat di bursa," ujar Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, pada 27 April 2026.
Selain itu, Hasan menyebut bahwa pemerintah sudah mengakui inisiatif OJK dalam menertibkan pasar modal. Ia menegaskan OJK tidak segan menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan manipulasi pasar atau aksi goreng saham.
Hasan berharap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akan memberikan insentif pajak penghasilan (PPh) bagi perusahaan yang memenuhi kriteria. Ia menilai hal itu penting untuk mendukung pendalaman pasar modal.
"Tadi yang disampaikan oleh Pak Menteri Keuangan ini sudah di-acknowledge, sudah diakui. Dan kita harapkan dalam waktu dekat Pak Menteri Keuangan menunjukkan kembali komitmen sinergitas dan dukungan penuh untuk pendalaman pasar di pasar modal kita melalui memberikan berbagai rangkaian insentif," tambahnya.
Dengan kebijakan ini, OJK berharap pasar modal Indonesia menjadi lebih transparan dan menarik bagi investor, sambil menjaga integritas perdagangan saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
