OKI Jadi Pionir Siaga Karhutbunla di Sumatera Selatan

Ayu W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
OKI Jadi Pionir Siaga Karhutbunla di Sumatera Selatan

Gambar atau konten salah?

Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan resmi menandai status siaga darurat kebakaran hutan, kebun, dan lahan, yang dikenal dengan istilah karhutbunla. Langkah ini diambil sebelum musim kemarau mulai pada awal hingga akhir Mei, yang diperkirakan akan lebih panas dan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, “Hingga saat ini baru OKI yang sudah menetapkan status siaga karhutla, yang pertama. Beberapa daerah lain masih berproses menaikkan status,”. Ia menegaskan bahwa OKI menjadi contoh pertama di provinsi ini.

Provinsi Sumsel menunggu satu kabupaten lagi untuk menandai status serupa. “Kalau sudah ada dua kabupaten/kota yang menetapkan siaga darurat, maka provinsi bisa ikut menetapkan status yang sama,” jelas Alisyahbana pada 18 April 2026.

Ia mendorong kabupaten/kota rawan untuk segera meningkatkan status siaga. Menurutnya, penetapan lebih awal memudahkan koordinasi, penanganan, dan kesiapsiagaan personel di lapangan. “Kita pekan depan juga akan melakukan rakor bersama pihak-pihak terkaot lainnya, termasuk untuk membahas pelaksanaan apel siaga pada akhir April mendatang,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel menambahkan daftar daerah yang masih belum menetapkan status siaga. Daerah-daerah tersebut meliputi:

Ia menegaskan, “OKI sudah menetapkan status siaga karhutla. Sedangkan Ogan Ilir, Muara Enim, PALI, dan Muba saat ini sedang proses menaikkan status siaga. Kita masih menunggu satu daerah lagi untuk penetapan status siaga di tingkat provinsi.”

Meski beberapa daerah belum menaikkan status, kesiapsiagaan personel, peralatan, dan perlengkapan di daerah tersebut sudah dipastikan siap. “Bencana asap akibat karhutla disebutnya terjadi setiap tahun, sehingga penanganannya telah dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.

Alisyahbana menekankan bahwa wilayah dengan lahan gambut tetap menjadi fokus utama, karena lahan tersebut mudah terbakar ketika kering. “Yang menjadi kewaspadaan kita tetap di daerah-daerah yang memiliki lahan gambut, yang mudah terbakar saat kondisi kering,” katanya.

Dengan langkah ini, Sumsel berharap dapat mengurangi dampak kebakaran di musim kemarau mendatang, serta memastikan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

Ogan Komering IlirSumatera SelatankarhutbunlaBPBD Sumselkesiapsiagaankebakaran hutanlahan gambut

Komentar

Memuat komentar...