Operasi Modifikasi Cuaca Sumsel Mulai 05 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
Operasi modifikasi cuaca (OMC) akan dimulai di Sumatera Selatan menjelang musim kemarau 2026. Langkah ini bertujuan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering muncul saat musim kering.
Menurut Siswanto, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, OMC dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 05 Mei 2026 hingga 14 Mei 2026. Operasi difokuskan pada wilayah yang dinilai rawan karhutla.
"Setiap harinya akan dilakukan dua sortie. Dalam setiap sortie, akan disebar 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Untuk hari ini, OMC dilakukan di langit OKI, Banyuasin, dan Muba," kata Siswanto, Selasa (05 Mei 2026).
Selama 10 hari pelaksanaan, Siswanto menyebut akan dilakukan 20 kali sortie atau sebanyak 20.000 kilogram NaCl yang disebar. "Saat ini di gudang Lanud sudah tersedia 21 ton NaCl," ungkapnya.
Dia menjelaskan, penyemaian garam tersebut bertujuan mempercepat proses pembentukan awan hujan sehingga curah hujan buatan dapat ditingkatkan di daerah target. Dengan demikian, kelembapan lahan tetap terjaga pada saat kemarau terjadi.
OMC kali ini bertujuan untuk pembasahan lahan gambut di wilayah target yang menjadi sumber bencana karhutla. Rencananya, target OMC dilakukan di OKI, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, dan Muba. "Wilayah-wilayah itu merupakan daerah rawan karhutla. Selain itu, lahan gambut yang ada di daerah tersebut cukup luas," tambahnya.
"OMC menjadi salah satu strategi penting pemerintah daerah bersama instansi terkait dalam menghadapi musim kemarau, terutama di wilayah Sumsel yang memiliki riwayat karhutla cukup tinggi," tutus Siswanto.
Operasi ini menandai upaya konkret pemerintah daerah untuk menurunkan risiko kebakaran dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca, sekaligus menjaga kelembapan tanah di wilayah rawan karhutla.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
