Palembang Atasi Sampah & Parkir Liar di Car Free Day
Gambar atau konten salah?
Palembang menyelenggarakan uji coba Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di beberapa titik kota. Wali Kota Ratu Dewa menyoroti masalah kebersihan dan pengelolaan sampah serta parkir liar selama acara berlangsung.
“Dari sisi kebersihan dan pengelolaan sampah, ini menjadi catatan penting yang harus segera kita tindak lanjuti,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Ia menegaskan masih kurangnya fasilitas tempat sampah terpisah antara organik dan anorganik di lokasi kegiatan. “Ketersediaan tempat sampah harus dipisahkan antara organik dan anorganik, karena saat ini itu masih belum berjalan dengan baik,” ujarnya.
Partisipasi masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung, masih perlu ditingkatkan dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Yang masih butuh edukasi adalah partisipasi pedagang dan pengunjung dalam menjaga kebersihan, jangan sampai sampah dibuang sembarangan,” katanya.
Ia meminta agar sosialisasi terus digencarkan melalui berbagai cara, termasuk pengeras suara dan edukasi langsung di lapangan. “Kita harus terus mengedukasi masyarakat, gunakan toa, lakukan sosialisasi, ingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Meskipun demikian, Dewa mengapresiasi kinerja petugas kebersihan yang dinilai cukup sigap. “Kecepatan dan ketepatan petugas di lapangan saya kira sudah cukup baik, mereka bergerak secara mobile di titik-titik tertentu, tapi emang harus ada yang kita perbaiki dan upgrade,” ujarnya.
Berkenaan dengan CFN, ia mengaku ada dampak negatif lain mulai terlihat, seperti kemacetan hingga parkir liar. “Ada sedikit kemacetan, parkir yang masih semrawut, juga persoalan sampah dan keamanan yang perlu dibenahi,” ungkapnya.
Ia menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk praktik pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan. “Jangan sampai jukir menarik tarif di luar aturan, ini harus diawasi dengan tegas oleh petugas di lapangan,” katanya.
Dewa menyatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penyediaan fasilitas parkir, hingga pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Ia menekankan bahwa setelah kegiatan selesai, semua harus bergerak cepat. “Begitu kegiatan selesai, semua harus bergerak cepat. Sampah harus langsung dibersihkan, jangan sampai menumpuk sampai keesokan harinya,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menyoroti kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, termasuk pemilahan di sumbernya dan penempatan tempat sampah yang memadai di setiap titik acara.
Dengan penekanan mayor pada kebersihan, partisipasi publik, dan koordinasi antar lembaga, Palembang berusaha memperbaiki pelaksanaan acara publik yang mengutamakan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
