Palembang Atasi Sampah & Parkir Liar di Car Free Day

Bambang W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Palembang Atasi Sampah & Parkir Liar di Car Free Day

Gambar atau konten salah?

Palembang menyelenggarakan uji coba Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di beberapa titik kota. Wali Kota Ratu Dewa menyoroti masalah kebersihan dan pengelolaan sampah serta parkir liar selama acara berlangsung.

“Dari sisi kebersihan dan pengelolaan sampah, ini menjadi catatan penting yang harus segera kita tindak lanjuti,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Ia menegaskan masih kurangnya fasilitas tempat sampah terpisah antara organik dan anorganik di lokasi kegiatan. “Ketersediaan tempat sampah harus dipisahkan antara organik dan anorganik, karena saat ini itu masih belum berjalan dengan baik,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung, masih perlu ditingkatkan dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Yang masih butuh edukasi adalah partisipasi pedagang dan pengunjung dalam menjaga kebersihan, jangan sampai sampah dibuang sembarangan,” katanya.

Ia meminta agar sosialisasi terus digencarkan melalui berbagai cara, termasuk pengeras suara dan edukasi langsung di lapangan. “Kita harus terus mengedukasi masyarakat, gunakan toa, lakukan sosialisasi, ingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Meskipun demikian, Dewa mengapresiasi kinerja petugas kebersihan yang dinilai cukup sigap. “Kecepatan dan ketepatan petugas di lapangan saya kira sudah cukup baik, mereka bergerak secara mobile di titik-titik tertentu, tapi emang harus ada yang kita perbaiki dan upgrade,” ujarnya.

Berkenaan dengan CFN, ia mengaku ada dampak negatif lain mulai terlihat, seperti kemacetan hingga parkir liar. “Ada sedikit kemacetan, parkir yang masih semrawut, juga persoalan sampah dan keamanan yang perlu dibenahi,” ungkapnya.

Ia menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk praktik pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan. “Jangan sampai jukir menarik tarif di luar aturan, ini harus diawasi dengan tegas oleh petugas di lapangan,” katanya.

Dewa menyatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penyediaan fasilitas parkir, hingga pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Ia menekankan bahwa setelah kegiatan selesai, semua harus bergerak cepat. “Begitu kegiatan selesai, semua harus bergerak cepat. Sampah harus langsung dibersihkan, jangan sampai menumpuk sampai keesokan harinya,” tuturnya.

Kegiatan ini juga menyoroti kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, termasuk pemilahan di sumbernya dan penempatan tempat sampah yang memadai di setiap titik acara.

Dengan penekanan mayor pada kebersihan, partisipasi publik, dan koordinasi antar lembaga, Palembang berusaha memperbaiki pelaksanaan acara publik yang mengutamakan lingkungan.

Car Free Daypengelolaan sampahparkir liarpartisipasi pedagangedukasi kebersihanpengawasan parkirkolaborasi OPD

Komentar

Memuat komentar...