Palembang Luncurkan Vaksin DBD untuk Sekolah Dasar
Gambar atau konten salah?
Program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Palembang kini ditujukan khusus pada siswa sekolah dasar. Langkah ini dimaksudkan untuk menurunkan angka kasus DBD sekaligus mendorong partisipasi aktif orang tua dan murid.
Yudhi Setiawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Palembang, menegaskan bahwa kegiatan ini sudah berjalan sesuai kebijakan pusat dan bukan uji coba. “Program ini merupakan program yang sudah berjalan di beberapa daerah, seperti Palembang, Banjarmasin, dan Jakarta Selatan,” ujarnya pada Senin, 06 April 2026.
Vaksinasi DBD di Palembang dimulai pada 01 Oktober 2025, setelah dicanangkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan. Yudhi menjelaskan prosesnya melalui nota kesepahaman atau MoU antara produsen vaksin dengan Kementerian Kesehatan, serta pemerintah provinsi dan kota.
Setiap anak yang menerima vaksin akan mendapat uang transport sebesar Rp 350 ribu, diberikan kepada orang tua. Insentif ini diharapkan meningkatkan partisipasi tanpa paksaan. “Memang ada uang transport, tapi ini sifatnya bukan memaksa. Semua kembali kepada persetujuan orang tua. Kalau tidak setuju, tidak ada kewajiban,” tegas Yudhi.
Sebelum vaksinasi, setiap anak diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk cek darah. Prosedur ini memastikan kondisi anak layak menerima vaksin. “Prosedurnya tetap harus melalui skrining kesehatan, termasuk cek darah. Ini untuk keamanan anak-anak itu sendiri,” tambahnya.
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Palembang sebagai pelaksana di lapangan. Yudhi menegaskan bahwa vaksin DBD yang digunakan sudah beredar secara luas dan telah dipasarkan. “Vaksin ini sudah dijual dan digunakan secara umum, jadi bukan uji coba. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Hingga saat ini, ribuan siswa dari sekitar 60 sekolah dasar di Palembang telah mengikuti program vaksinasi. Pemerintah berharap jumlah ini akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan DBD. “Targetnya tentu semakin banyak anak yang terlindungi. Ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menekan kasus DBD di Palembang,” tutup Yudhi.
Program ini menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko DBD di kalangan anak-anak. Dengan melibatkan lembaga pendidikan dan memberikan insentif transportasi, partisipasi masyarakat diharapkan terus meningkat. Keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pencegahan penyakit menular.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
