Palembang Siapkan Ribuan Umat Buddha Menyambut Waisak 31 Mei
Gambar atau konten salah?
Di Palembang, ribuan umat Buddha menyiapkan diri untuk menyambut puncak perayaan Tri Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026. Pekerjaan mulai dari penataan panggung, pembungkusan parsel berkah, hingga koordinasi pengamanan berlapis bersama pihak kepolisian terus dimatangkan di vihara.
Pengawas Yayasan Buddha Kirti, Hindra Lili, menjelaskan bahwa prosesi ritual berjalan kaki mengelilingi objek sakral atau Pradaksina pada hari H diperkirakan akan dipadati oleh ribuan jemaat sejak pagi hari. “Di Vihara Dharmakirti ini untuk umat besok di perkirakan ada sekitar 2.000. Biasanya saya siapkan makan 2.500, sudah cukup kan biasanya. Perayaan itu kita mulai itu jam 07.30 dan biasanya jam 10.30 selesai,” ujar Hindra kepada detikSumbagsel, Jumat (29 Mei 2026).
Hindra memaparkan, selain ritual Pradaksina, rangkaian perayaan yang sudah berjalan sejak bulan April ini juga akan diisi dengan upacara penyalaan Pelita Waisak pada tanggal 30 Mei 2026 malam sebagai lambang penerangan kehidupan, serta meditasi bersama untuk mengenang perjuangan agung Buddha. “Meditasi itu dilakukan untuk menenangkan, mengenang Buddha. Karena dulu Buddha juga melaksanakan meditasi selama 6 tahun untuk mencapai ke-Buddha-an. Setelah momen hening dan mengembang tersebut dilanjutkan, dibantu dengan orang memberi masukkan dhamma (materi ceramah), itu maksudnya ajaran-ajaran,” jelasnya.
Prosesi meditasi dan ceramah pencerahan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua jam mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB, dengan menghadirkan pemateri rohaniwan lokal, yakni Yang Mulia Bhikkhu Pundarika. Sementara itu, Hindra menyebut untuk detik-detik puncak Waisak (detik sidi) tahun ini dipastikan akan berlangsung pada waktu siang hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap jatuh pada momentum malam hari. “Terus hari sidi-nya ya tanggal 31 Mei 2026 siang kali ini. Biasa kan malam, kali ini siang. Itu sekitar jam 15.40,” katanya.
Terkait faktor keamanan selama rangkaian ibadah berlangsung, Hindra menegaskan pihak vihara telah melayangkan surat pemberitahuan resmi dan mendapat pengawalan langsung dari aparat kepolisian, bahkan Kapolrestabes Palembang direncanakan hadir memantau situasi. “Untuk pengamanan sudah pasti ada, Kalau itu kan sekarang resmi, jadi kita pemberitahuan. Tapi Kapolrestabes rencananya mau datang,” ujarnya.
Hindra memaparkan, rangkaian perayaan bertema “Menebar Cinta Menumbuhkan Perdamaian Dunia” ini sebenarnya sudah bergulir maraton sejak bulan April. Berbagai ritual sakral telah dilaksanakan, mulai dari Sebulan Athasila, pengambilan air berkah pada 10 Mei, tradisi Pindapata, hingga ziarah ke situs sejarah Bukit Siguntang pada Kamis, 28 Mei 2026 kemarin.
Perayaan Waisak di Palembang menunjukkan betapa pentingnya persiapan, kolaborasi antar lembaga, dan komitmen umat dalam menjaga tradisi. Dengan rencana yang matang, keamanan terjamin, dan jadwal yang terstruktur, harapan umat untuk merayakan hari suci ini diharapkan dapat tercapai tanpa hambatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
