Palembang Tegaskan Pejabat Tetap Di Kantor Meski WFH
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengumumkan bahwa semua pejabat daerah, termasuk camat, lurah, dan petugas pemadam kebakaran, harus tetap hadir di kantor meski masih berlaku kebijakan work from home (WFH). Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menambah hari libur bagi ASN.
“Pelayanan publik tetap berjalan. Camat, lurah tetap ngantor,” ujar Ratu Dewa setelah Musrenbang RKPD Kota Palembang pada 02 April 2026.
Ratu Dewa menegaskan bahwa sektor-sektor vital yang sering berinteraksi langsung dengan warga tidak masuk dalam skema WFH. Tujuannya agar alur birokrasi dan kebutuhan administratif masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan jarak.
“Pelayanan publik seperti Dukcapil, kesehatan, pemadam kebakaran, dan PTSP tetap ngantor. Jangan sampai masyarakat nanti mencari-cari petugas,” tegasnya.
Selain unsur kewilayahan, unit layanan teknis dan kedaruratan juga diminta tetap siaga di posisinya masing-masing. Ratu Dewa menegaskan bahwa WFH tidak boleh menghambat respons pemerintah terhadap situasi darurat atau kebutuhan dokumen mendesak.
Untuk instansi yang diperbolehkan menjalankan WFH, Ratu Dewa menambahkan catatan keras terkait pengawasan dan disiplin kerja. Ia meminta seluruh pegawai memastikan alat komunikasi mereka selalu aktif selama jam kerja berlangsung agar koordinasi internal tidak terputus.
“Harus ada kontrolnya. Handphone harus standby. Jangan sampai dihubungi sekali, dua kali tidak bisa. Kalau seperti itu, kita kasih sanksi peringatan,” tambah Ratu Dewa.
Dengan kebijakan ini, Ratu Dewa menekankan pentingnya menjaga kelancaran birokrasi sambil tetap melindungi respons darurat. Kebijakan ini menyoroti peran penting layanan publik tatap muka dalam memenuhi kebutuhan warga Palembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
