Palembang Tindak Video Anak Ngelem, Ratu Dewa Panggil Aksi

Surya B. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Palembang Tindak Video Anak Ngelem, Ratu Dewa Panggil Aksi

Gambar atau konten salah?

Video 1 menit 14 detik yang memperlihatkan dua anak kecil mengisap lem di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, telah menjadi viral di media sosial. Rekaman ini dibuat oleh seorang kreator konten asal Lampung yang merasa prihatin melihat kondisi kedua bocah tersebut.

Di dalam video, terlihat seorang pria mendekati dan menegur dua anak yang sedang berada di kawasan sekitar Jembatan Ampera. Ia meminta pemerintah Kota Palembang segera turun tangan menangani kondisi anak-anak jalanan yang mulai terjerumus ke perilaku berbahaya.

"Buat Pemerintah Kota Palembang tolong ya, ada dua anak yang masih kecil suka ngisap lem, tolong diperhatikan," kata pria dalam video yang beredar, Selasa, 26 Mei 2026.

Pria tersebut juga menasihati kedua bocah agar berhenti mengisap lem karena dapat merusak kesehatan dan masa depan mereka. Ia kemudian menanyakan keberadaan orang tua kedua anak tersebut.

Dalam percakapan itu, kedua bocah mengaku ayah mereka telah meninggal dunia. Sementara sang ibu disebut sedang bekerja mencari barang bekas demi memenuhi kebutuhan hidup sehari‑hari. Kondisi tersebut membuat pria yang merekam video merasa iba. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak kurang mampu agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif akibat tekanan ekonomi dan kurangnya pengawasan keluarga.

"Nanti kalau ada pemerintah kota Palembang menjemput kalian mau ya agar kalian diselamatkan, mudah‑mudah pemerintah langsung bergerak," ucap pria itu.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Palembang tidak tinggal diam melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut. Menurutnya, anak-anak yang terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif seperti ngelem, harus diselamatkan melalui pendekatan pembinaan dan pendampingan, bukan hanya dijadikan bahan tontonan di media sosial.

"Pemerintah Kota Palembang sangat prihatin terhadap fenomena anak-anak yang terlibat penyalahgunaan lem itu. Ini bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi masalah sosial yang harus ditangani secara serius, bersama-sama, dan berkelanjutan," katanya, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa anak-anak tersebut pada dasarnya adalah korban lingkungan dan kondisi sosial yang membutuhkan perhatian semua pihak. Karena itu, Pemkot Palembang akan segera mengambil langkah konkret dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

"Anak-anak ini harus diselamatkan dan dibina, bukan hanya dihakimi atau dijadikan tontonan di media sosial. Karena itu, kami akan menginstruksikan dinas terkait, kecamatan, dan kelurahan untuk memperkuat pendataan, patroli humanis, pendampingan sosial, serta koordinasi dengan sekolah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan orang tua," ungkapnya.

Ratu Dewa menambahkan bahwa pendekatan penanganan tidak bisa hanya dilakukan melalui penertiban semata. Pemerintah juga akan memperkuat program pembinaan bagi anak-anak dan remaja agar memiliki aktivitas yang lebih positif dan produktif.

"Kami akan memperbanyak kegiatan positif bagi anak muda seperti olahraga, pelatihan keterampilan, kegiatan seni, dan pembinaan keagamaan. Ini penting supaya mereka punya ruang untuk berkembang dan tidak terjerumus ke hal‑hal negatif," jelasnya.

Selain itu, Pemkot Palembang juga berencana memperketat pengawasan terhadap penjualan lem dan bahan berbahaya lainnya yang rawan disalahgunakan oleh anak-anak.

"Kami juga akan memperketat pengawasan penjualan lem dan bahan berbahaya kepada anak-anak. Ini perlu kerja sama semua pihak, termasuk para pedagang," tegasnya.

Ratu Dewa turut mengajak masyarakat agar tidak hanya merekam dan menyebarkan video viral, namun ikut ambil bagian dalam upaya penyelamatan generasi muda. Ia berharap warga dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memberikan teguran serta arahan yang baik kepada anak-anak yang berisiko terjerumus.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya merekam dan menyebarkan video, tetapi ikut peduli, menegur dengan baik, serta membantu mengarahkan anak-anak tersebut ke lingkungan yang lebih sehat dan positif," ujarnya.

Ia menambahkan, masa depan Kota Palembang sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, menurutnya, persoalan sosial seperti penyalahgunaan lem harus menjadi perhatian bersama.

"Palembang tidak boleh kehilangan generasinya. Ini tanggung jawab kita semua," tutup Ratu Dewa.

Video tersebut menyoroti masalah serius yang dihadapi anak-anak jalanan di Palembang. Menurut mayor, upaya penyelamatan tidak hanya melibatkan penertiban, tetapi juga pembangunan lingkungan yang mendukung. Dengan memperkuat data, patroli, dan program pembinaan, pemerintah bertujuan memberi anak-anak alternatif positif dan mengurangi risiko penyalahgunaan zat. Sementara itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi saksi, tetapi turut membantu menciptakan ruang aman bagi generasi muda.

anak jalananpenyalahgunaan lemJembatan AmperaPemerintah Kota Palembangvideo viralkreator kontenkegiatan positifpengawasan lem

Komentar

Memuat komentar...