Palembang Usung Sekolah Lansia Ketiga di Ilir Timur I

Dian P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Palembang Usung Sekolah Lansia Ketiga di Ilir Timur I

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Palembang meresmikan Sekolah Lansia ketiga di Kecamatan Ilir Timur I hari ini. Sebelumnya, sekolah ini sudah beroperasi di Kecamatan Kalidoni dan Sako. Perluasan ini dimaksudkan agar lansia di wilayah ini menjadi lebih sehat, mandiri, aktif, produktif, dan tangguh.

Dewi Sastrani, ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, menyebut program ini sebagai wadah pemberdayaan komprehensif bagi orang tua. Ia menekankan bahwa metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi fisik lansia, dengan pertemuan dua kali sebulan.

"Sekolah Lansia ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sarana untuk mewujudkan lansia yang smart melalui kurikulum tujuh dimensi tangguh yang telah kita siapkan," ujar Dewi Sastrani, Rabu (13/5/2026).

Di fase awal di Kelurahan 20 Ilir I, tercatat 30 peserta berusia 60–73 tahun telah bergabung. Tidak ada syarat rumit bagi warga yang ingin mendaftar; yang penting adalah kemauan belajar kuat dan kemampuan fisik mengikuti kegiatan.

"Belajar itu tidak memandang umur karena kita menganut prinsip belajar sepanjang hayat, sehingga para lansia di Palembang tetap memiliki pengetahuan baru yang relevan. Kami sangat mengharapkan dukungan dari warga Palembang dengan memberikan izin dan motivasi kepada orang tuanya agar mereka bersemangat sekolah dan tetap aktif di lingkungan sosial," katanya.

Program ini akan berlangsung selama 10 kali pertemuan, mencakup materi olahraga, pengetahuan kesehatan, dan pelatihan keterampilan untuk menjaga produktivitas peserta di hari tua. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kurikulum, para peserta akan mengikuti prosesi wisuda resmi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Ke depan, Pemkot Palembang berencana menduplikasi sekolah ini ke seluruh wilayah kelurahan. "Harapan besar kita adalah program ini bisa terus meningkat hingga nantinya setiap kelurahan dari total 107 kelurahan di Palembang memiliki minimal satu Sekolah Lansia," jelasnya.

Zanariah, kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, menambahkan bahwa penerapan kurikulum ini bertujuan menghapus stigma kegiatan lansia hanya terbatas pada senam atau pemeriksaan kesehatan rutin. Program ini dirancang komprehensif mencakup dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, hingga dimensi lingkungan dalam 10 kali pertemuan.

"Kami menerapkan kurikulum yang sangat detail, mulai dari kesehatan fisik hingga aspek intelektual dan vokasional, agar para orang tua kita tidak hanya sehat secara raga tetapi juga tetap tajam secara pikiran," ujarnya.

Inisiatif ini didukung penuh oleh pendanaan dari pemerintah melalui APBN, memastikan dukungan berkelanjutan bagi edukasi lansia di Palembang.

Peluncuran Sekolah Lansia ketiga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan menyediakan pembelajaran terstruktur dan keterlibatan komunitas, program ini bertujuan menjaga lansia tetap aktif dan terintegrasi dalam masyarakat.

Sekolah LansiaPalembangpendidikan lansiakesehatan lansiaprogram pemberdayaanAPBNkurikulum tujuh dimensi

Komentar

Memuat komentar...