PALI Masih Tunggu Tanda Tangan Sebelum Siaga Karhutla

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
PALI Masih Tunggu Tanda Tangan Sebelum Siaga Karhutla

Gambar atau konten salah?

PALI belum menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski wilayah ini sering menjadi sasaran kebakaran. Setiap kali terjadi, kondisi menjadi lebih rawan, dan wilayah ini sudah masuk dalam zona merah.

Menurut Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, status siaga karhutla saat ini hanya ditetapkan di OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Banyuasin dan Muba. “SK penetapan status siaga di PALI masih menunggu tanda tangan bupati,” ujarnya pada 02 Juni 2026.

Dia menambahkan, “Draft SK‑nya sudah ada dan sudah melakukan kesiapsiagaan, tinggal menunggu ditetapkan saja. Jadi untuk saat ini jumlah daerah yang menetapkan status siaga masih tetap 5 daerah (OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Muba) dan di tingkat Provinsi Sumsel,” jelasnya.

Data BPBD Sumsel per 31 Mei 2026 menunjukkan bahwa PALI telah mengalami 32 kejadian karhutla, jumlah tertinggi di antara 11 daerah yang pernah mengalami kebakaran. “PALI sudah 32 kali kejadian karhutla. Berdasarkan rekapitulasi kejadian, di Kecamatan Abab paling banyak terjadi karhutla dengan 12 kali, Penukal 8 kejadian, Talang Ubi 7 kejadian, Tanah Abang 3 kejadian, dan Penukal Utara 2 kejadian,” terangnya.

Jumlah kejadian ini membuat PALI menjadi satu-satunya daerah di Sumsel yang berstatus zona merah (di atas 30 kejadian). Daerah berikutnya, Muara Enim, mencatat 16 kejadian dan berada di zona oranye. Pemerintah kabupaten Muara Enim sudah menaikkan status siaga karhutla.

“Kita terus mendorong wilayah-wilayah rawan karhutla untuk segera menaikkan status siaga, mengingat saat ini Sumsel sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Dengan data ini, terlihat bahwa meski belum resmi, PALI sudah menyiapkan rencana dan menunggu keputusan akhir. Status siaga yang belum ditetapkan menandakan perlunya koordinasi lebih lanjut antara BPBD PALI, pemerintah kabupaten, dan pihak terkait lainnya untuk menghadapi risiko kebakaran yang terus meningkat.

PALIkarhutlazona merahBPBD Sumselstatus siagamusim kemarauMuara Enim

Komentar

Memuat komentar...