Panen Raya Jagung Sumsel 124.901 Ton, Dukungan Tinggi

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Panen Raya Jagung Sumsel 124.901 Ton, Dukungan Tinggi

Gambar atau konten salah?

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menilai potensi produksi jagung di wilayahnya cukup besar dan akan mampu menopang program swasembada pangan nasional.

Dinas Pertanian mencatat bahwa produksi kumulatif jagung Sumsel periode Januari‑Juni 2026 diperkirakan mencapai 124.901 ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen, meningkat 6.345 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, produksi jagung pipilan kering kadar air 28 persen mencapai 168.956 ton dengan luas panen 18.906 hektare dan produktivitas rata‑rata 66,06 kuintal per hektare.

“Panen raya jagung ini menjadi bukti nyata semangat petani di OKU Selatan dan Sumsel, serta dukungan pemerintah, Polda Sumsel, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta. Terima kasih kepada Kapolda Sumsel atas upaya peningkatan produksi jagung di Sumsel,” ujar Cik Ujang saat panen raya jagung, Sabtu (16 Mei 2026).

Menurutnya, Sumsel memiliki sumber daya alam yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian modern, khususnya komoditas jagung. “Sumber daya alam Sumsel dan dukungan teknologi memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung di seluruh wilayah Sumsel. Apa saja yang kita tanam pasti tumbuh, tergantung kesungguhan petani yang didampingi para pemangku kepentingan agar kelompok tani semakin maju,” ujarnya.

Wilayah OKU Selatan tercatat sebagai daerah dengan produktivitas tertinggi, mencapai 70,52 kuintal per hektare, disusul OKU Timur sebesar 64,74 kuintal per hektare dan Banyuasin 60,96 kuintal per hektare.

Harga rata‑rata jagung pipilan kering kadar air 14 persen saat ini mencapai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog.

Pada 2025, bantuan benih jagung hibrida di Sumsel mencapai 23.661 hektare yang terdiri atas bantuan DIPA Pusat seluas 22.661 hektare dan APBD Provinsi seluas 2.000 hektare.

Khusus di OKU Selatan, bantuan benih jagung hibrida 2026 melalui DIPA Pusat mencapai 22.825 hektare dengan jadwal tanam Juni hingga Agustus 2026.

Dia mengajak masyarakat agar tidak ragu mengembangkan usaha pertanian karena pemerintah terus memberikan dukungan, termasuk melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada komoditas jagung, tetapi juga padi, kopi, karet, serta komoditas unggulan daerah lainnya.

“Ayo kita dukung Presiden, gubernur, dan bupati untuk mewujudkan swasembada pangan. Bersama petani, kita harus kompak dan berdiri di kaki sendiri,” tegasnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional di Sumsel. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumsel, Bulog, perbankan, kelompok tani, dan seluruh pihak atas dukungan terhadap panen raya jagung ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat petani terus diperkuat demi meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Polda Sumsel tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran 10 gudang ketahanan pangan Polri, operasional 166 SPPG Polri, penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat, serta penyerahan benih jagung secara simbolis kepada kelompok tani.

Semua data dan pernyataan di atas menegaskan bahwa Sumsel memiliki potensi besar dalam produksi jagung, didukung oleh kebijakan pemerintah, fasilitas teknis, dan semangat petani. Kinerja ini menunjukkan kemajuan nyata menuju swasembada pangan di wilayah ini.

jagungSumatera SelatanproduksiswasembadapetaniPolda SumselDIPA

Komentar

Memuat komentar...