Pembangunan Grid Extension Desa Kenten Laut, Banyuasin

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Pembangunan Grid Extension Desa Kenten Laut, Banyuasin

Gambar atau konten salah?

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperluas jaringan listrik di wilayahnya. Salah satu langkah terbaru adalah pengoperasian grid extension di Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin pada 28 April 2026.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, hadir langsung untuk meresmikan proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa perluasan jaringan bertujuan meningkatkan kualitas tegangan listrik guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Sebelumnya, warga sering mengalami tegangan rendah karena jarak jaringan dari trafo cukup jauh.

"Bagi saya, mudah melihat suatu wilayah itu listriknya terpenuhi atau belum. Jaringan voltase ini dijawab oleh PLN dengan adanya pengoperasian ini dan dijawab cepat oleh PLN. Belakangan, PLN lebih cepat dari yang kita inginkan. Awalnya hanya beberapa titik, tetapi dilakukan lebih banyak," tutur Gubernur.

Data menunjukkan, sebelum grid extension, jarak jaringan dari trafo terakhir mencapai 1,03 kilometer dengan tegangan yang diterima pelanggan sekitar 152 volt. Setelah peningkatan, jarak tersebut berkurang menjadi 0,15 kilometer dan tegangan naik hingga 226 volt.

Infrastruktur yang dibangun meliputi pemasangan 12 tiang beton setinggi 12 meter dan 16 tiang beton 9 meter. Pembangunan gardu distribusi berkapasitas 50 kVA sebanyak satu unit, jaringan SUTM sepanjang 0,6 kilometer, dan SUTR sepanjang 0,65 kilometer.

Deru menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan fundamental dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, percepatan tersebut merupakan hasil komunikasi efektif tanpa harus melalui prosedur panjang. Ia menyebut, "Ini hasil dari komunikasi yang tidak harus formal. Biasanya harus ke DPRD, ke gubernur, tetapi kita short cut, kita potong jalur itu. Ini karena listrik tidak bisa ditunda, menjadi kebutuhan fundamental dalam kehidupan sehari-hari,"

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga jaringan listrik yang telah dibangun dan tidak mengambil aliran listrik secara ilegal. Ia menekankan pentingnya disiplin membayar listrik serta menjaga keamanan jaringan. Ia menambahkan, "Pembayaran tepat waktu. Jangan merasa rugi jika dahan atau ranting pohon dipangkas jika mengganggu kabel. Demi kenyamanan dan keamanan kita bersama,"

Bupati Banyuasin, Askolani, menyambut baik pengoperasian jaringan ini sebagai solusi konkret atas keluhan masyarakat terkait kestabilan listrik. Ia berharap tidak ada lagi istilah lampu kedip atau pemadaman karena beban puncak. Ia menegaskan, "Jika listriknya stabil, industri akan tumbuh, dan otomatis lapangan kerja bagi masyarakat Banyuasin akan terbuka lebih lebar. Kami siap mendukung PLN dalam pembebasan lahan atau kendala teknis lainnya di lapangan demi kepentingan rakyat,"

General Manager PLN UID S2JB Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu, Diksi Ervani Umar, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mempercepat digitalisasi jaringan atau smart grid. Ia menyoroti keunggulan sistem ini dalam meningkatkan akurasi pengukuran beban dan memulihkan efisiensi isolasi jaringan yang sebelumnya mengalami degradasi. Ia menegaskan, "Grid extension ini diharapkan mampu memberikan operasionalisasi yang lebih optimal bagi sistem kelistrikan regional,"

Perluasan jaringan ini menandai langkah konkret pemerintah Sumsel dalam meningkatkan kualitas listrik bagi masyarakat. Dengan tegangan yang lebih stabil, potensi pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Banyuasin menjadi lebih nyata. Proyek ini juga menunjukkan komitmen PLN untuk mendigitalisasi jaringan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat keamanan serta keandalan sistem kelistrikan regional.

Perluasan gridJaringan listrikPLNSumatera SelatanBanyuasinSmart gridKestabilan listrik

Komentar

Memuat komentar...