Pemerintah Merangin Luncurkan Sholat Subuh Bersama Warga
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Merangin kini memperkenalkan program sholat Subuh berjamaah setiap hari Jumat. Program ini dikenal dengan sebutan Subuh Keliling atau Subling. Tujuannya sederhana: mempererat hubungan antara pemerintah dan warga serta menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung.
Di bawah naungan program ini, jajaran Pemkab turun langsung ke masjid-masjid di berbagai wilayah. Mereka tidak hanya melaksanakan salat Subuh bersama warga, tetapi juga membuka ruang dialog. “Ini merupakan langkah pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat. Kita bisa berdiskusi soal program pemerintah, termasuk mendengar ide-ide strategis masyarakat yang mungkin luput dari pantauan pemerintah,” ujar Bupati Merangin, M. Syukur.
Program Subling berfungsi sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana mendengarkan keluhan warga. Bupati menambahkan, “Program subuh keliling itu menjadi momen yang bisa dimanfaatkan untuk berdialog santai dengan warga. Program rohani ini dibuat bentuk mendengarkan keluhan, hingga menampung berbagai usulan yang berkaitan dengan pembangunan daerah.”
Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. “Jadi ini bukan sekadar seremonial, subuh keliling menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Interaksi yang terjalin diharapkan mampu membangun kepercayaan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.
Dengan turun ke lapangan, pemerintah dapat mengetahui kondisi riil yang terjadi di masyarakat. “Dengan turun ke lapangan, pemerintah bisa mengetahui kondisi riil yang terjadi di masyarakat, sekaligus memastikan program-program yang dijalankan tepat sasaran,” jelas Bupati.
Program perdana Subling dipusatkan di Masjid Nurul Falah, Pasar Baru, Bangko. Selain menjadi tempat ibadah, masjid tersebut menjadi arena diskusi dan pertukaran pikiran antara Pemerintah dan warga. Selama acara, juga diselenggarakan aksi sosial: penyerahan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, serta penyaluran bantuan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) kepada para pengurus masjid.
Program ini juga selaras dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diterapkan di lingkungan Pemkab Merangin. Bupati menegaskan, “Dengan adanya kebijakan tersebut, jajaran OPD memiliki kesempatan berinteraksi lebih intens dengan masyarakat tanpa mengganggu kinerja birokrasi.”
Melalui Subling, pemerintah daerah berusaha menjadi lebih transparan dan responsif. Program ini menandai langkah nyata menuju komunikasi dua arah yang lebih efektif, di mana warga dapat langsung menyampaikan kebutuhan dan ide-ide mereka, sementara pejabat dapat menyesuaikan program pembangunan dengan kondisi nyata di lapangan.
Inilah contoh bagaimana pemerintah daerah dapat memanfaatkan kegiatan keagamaan sebagai platform untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. Dengan pendekatan langsung dan kebijakan kerja fleksibel, Subling menciptakan ruang bagi dialog terbuka, mempercepat penyelesaian masalah, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
